Kamis, 30 Juli 2015

Amalan Sunnah hari Jumat

~~~~~~~~~~~~~~~~~~
   بِسْــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــمِ 
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ ~~~~~~~~~~~~~~~~~~
       Sunnah-Sunnah 
        Terkait dengan 
          Shalat Jum’at
     ~~~~~~~~~~~~~~
1⃣.  Mandi Jum’at

Diantara hadits yang menyebutkan dianjurkannya mandi pada hari jum’at adalah hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :
“Barangsiapa yang mandi pada hari jum’at, maka ia mandi seperti mandi janabah” 
(HR. Bukhari dan Muslim)

Sebagian ulama ada yang mewajibkan mandi jum’at dalam rangka kehati-hatian berdasarkan hadits dari Abu Sa’id Al Khudri, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, 
“Mandi pada hari Jum’at adalah wajib bagi setiap orang yang telah baligh.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2⃣.  Membersihkan Diri dan Menggunakan Minyak Wangi

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, 
“Barangsiapa yang mandi pada hari Jum’at dan bersuci semampunya, lalu memakai minyak rambut atau minyak wangi kemudian berangkat ke masjid dan tidak memisahkan antara dua orang, lalu shalat sesuai dengan kemampuan dirinya, dan ketika imam memulai khutbah, ia diam dan mendengarkannya maka akan diampuni dosa-dosanya mulai Jum’at ini sampai dengan Jum’at berikutnya” (HR. Bukhari dan Muslim)

3⃣.  Memakai Pakaian Terbaik

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, 
“Wajib bagi kalian membeli 2 buah pakaian untuk shalat jum’at, kecuali pakaian untuk bekerja” 
(HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah, dinilai shahih oleh Al Albani) 

Di dalam hadits ini Nabi mendorong umatnya agar membeli 'Pakaian Khusus' untuk digunakan shalat Jum’at.

4⃣.  Bersegera Berangkat ke Masjid

Anas bin Malik berkata, 
“Kami berpagi-pagi menuju sholat Jum’at dan tidur siang setelah shalat Jum’at” 
(HR. Bukhari). 

Ibnu Hajar Al ‘Atsqalani berkata dalam Fathul Bari, 
“Makna hadits ini yaitu para shahabat memulai shalat Jum’at pada awal waktu sebelum mereka tidur siang, berbeda dengan kebiasaan mereka pada shalat zuhur ketika panas, sesungguhnya para shahabat tidur terlebih dahulu, kemudian shalat ketika matahari telah berkurang panasnya”

5⃣.  Perbanyak Shalat Sunnah Sebelum Khatib Naik Mimbar

Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu menuturkan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, 
“Barangsiapa yang mandi kemudian datang untuk shalat Jum’at, lalu ia shalat semampunya dan dia diam mendengarkan khutbah hingga selesai, kemudian shalat bersama imam, maka akan diampuni dosanya mulai jum’at tersebut sampai dengan  jum’at berikutnya 'ditambah' tiga hari.” 
(HR. Muslim)

Hadits di atas juga menunjukkan terlarangnya berbicara saat khatib sedang berkhutbah, dan wajib bagi setiap jamaah untuk mendengarkannya !!! 
(bukan tidur, apalagi hingga ngorok).

6⃣.  Tidak Duduk dengan Memeluk Lutut Ketika Khatib Berkhutbah

Sahl bin Mu’adz bin Anas mengatakan bahwa Rasulullah melarang Al Habwah (duduk sambil memegang lutut) ketika sedang mendengarkan khatib berkhutbah” 
(HR. Abu Dawud, Tirmidzi, derajat : hasan)

7⃣.  Shalat Sunnah Setelah Shalat Jum’at

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, 
“Apabila kalian telah selesai mengerjakan shalat Jum’at, maka shalatlah 4 rakaat.” 
Amr Bin 'Ash menambahkan dalam riwayatnya dari jalan Ibnu Idris, bahwa Suhail berkata, 
“Apabila engkau tergesa-gesa karena sesuatu, maka shalatlah 2 rakaat di masjid dan 2 rakaat apabila engkau pulang.” 
(HR. Muslim, Tirmidzi)

💚🌾Demikian sebagian sunnah-sunnah pada hari jum’at . 
Semoga kita senantiasa diberikan semangat dalam menjalankan sunnah-sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, dan bersegera menjauhi amalan yang tidak pernah beliau ajarkan. Wallahul muwaffiq.

» Jangan lupa kerjakan yg wajib, 
» hidupkan Sunnah, 
» hilangkan syirik, 
» dan hilangkan bid'ah...

Selamat Menjalanan Shalat Jum'at yang penuh keberkahan ini, Insya Allah......
copaste by www.AinuRofik.com

Nasehat yang lebih manis daripada madu

Nasehat yang lebih manis daripada madu
dikutip dari buku "lelaki yg paling bahagia di dunia" karangan syaikh Aidh AlQarni

0. mulailah harimu dengan sholat fajr dan doa-doa di pagi hari agar kau mendapatkan keberuntungan dan kesuksesan

1. lanjutkan dengan istighfar agar syetan menghindar darimu

2. jangan putus berdoa, karena sesungguhnya doa merupakan tali kesuksesan

3. ingatlah bahwa apapun yg kau katakan akan dicatat oleh malaikat

4. senantiasalah optimis meskipun engkau dalam puncak kesusahan

5.bahwa keindahan jari jemari karena ia terikat dengan tasbih

💙6. jika engkau menghadapi kegelisahan dan berbagai kegundahan maka ucapkanlah "laa ilaaha illallahu"

💙7.belilah dengan uang dirhammu(berinfaklah) untuk mendapatkan doa orang fakir dan kecintaan orang miskin

💙8. sujud panjang dengan khusyuk itu lebih baik daripada istana2 yang megah
💙9. berfikirlah sebelum berkata, bisa jadi satu perkataanmu bisa mematikan (menyakiti hati orang)

💙10.berhati hatilah terhadap doa orang yang didholimi dan air mata orang yang terampas haknya

💙11.sebelum engkau membaca buku, koran dan majalah,  bacalah terlebih dahulu AlQur'an

💙12. jadilah kau sebab bagi keistiqomahan keluargamu

💙13.bersungguh - sungguhlah jiwamu melaksanakan ketaatan, karena jiwa manusia itu senantiasa mengajak kepada keburukan

💙14.ciumlah telapak tangan kedua orangtuamu, kau pasti mendapatkan keridhoan

💙15.baju-baju lamamu merupakan baju baju baru menurut orang orang fakir

💙16.janganlah kau marah, karena hidup ini sangat singkat dari yang kau bayangkan

💙17.Engkau senantiasa bersama dzat yang maha kuat maha kaya,  dialah Allah 'azza wa jalla, 

💙18.jangan kau tutup pintu terkabulnya doa dengan melakukan maksiat

💙19.sholat adah sebaik baik penolongmu dalam menghadapi berbagai musibah dan kelelahan

💙20.hindari berburuk sangka, kau akan mendapatkan ketenangan dan kenyamanan

💙21. penyebab dari segala kegundahan adalah berpaling dari ALLAH, maka segeralah menuju kepada Nya.

💙22.sholatlah kau, karena sholatmu akan menemanimu di kubur

💙23.jika kau mendengar orang yang meggunjing(ghibah)maka katakanlah padanya :bertaqwalah kau  kepada  ALLAH

💙24. dawamkanlah (senantiasa) kau baca surat  Tabarak (sural Al Mulk)karena ia adalah  penyelamat

💙 25. orang yang mahruum (terhalang dari rahmat Allah )adalah orang yang terhalang dari mengerjakan sholat dg khusyuk dan mengalirkan air mata

💙26.jangan kau hina orang mukmin yang sedang  lalai

💙27.jadikanlah semua rasa cinta itu karena ALLAH dan Rasul Nya

💙28. maafkanlah orang yang menggunjingmu,  karena dia telah menghadiahkan  kebaikannya untukmu

💙29. sholat, tilawah, ,dzikir,  merupakan hiasan dadamu

💙30. barangsiapa mengingat panasnya neraka maka ia akan bersabar terhadap dorongan untuk melakukan maksiat

💙31. selama  qiyamullail ditegakkan, maka segala penyakit  akan hilang,  krisis akan berlalu,dan kesusahan akan  lenyap

💙32. jauhilah " katanya dan katanya "karena kau masih punya pekerjaan bak gunung

💙33.kerjakanlah sholat dengan khusyuk,  karena  segala  hal  yang menantimu selain sholat itu   lebih rendah urusannya daripada sholat

💙34. jadikanlah mushaf senantiasa disisimu,   ,karena membaca satu ayat AlQuran itu lebih baik daripada dunia dan isinya

💙35. kehidupan itu indah,  dan lebih indah lagi  jika kau sertai iman.

copaste by www.Ainusaya telah mengirimkan  pesan ini kepada orang yg saya cintai, maka kirimkanlah  pesan ini kepada orang  yang kau cintai

Kata JANGAN Tidaklah Buruk

WASPADA PROPAGANDA TERSELUBUNG DALAM PARENTING...!!!
INGATLAH SLALU ANAK ADALAH ASSET PALING BERHARGA DUNIA AKHIRAT.

Menarik... Rangkuman dr ceramah ustadz faudhil adzim, abah ihsan n budi azhari

ADA APA DENGAN KATA JANGAN

Untuk para orang tua & pendidik harap di simak dengan seksama....!!!!

Kekeliruan Buku Pendidikan:

(1). Mengharomkan kata JANGAN

Salah seorang pendidik pernah berkata,
"Pintu terbesar yang paling mudah dimasuk oleh YAHUDI adalah 2 yaitu
dunia psikologi dan
dunia pendidikan."

Karena itulah, berangkat dari hal ini.
Kita akan mengupas beberapa "KEKELIRUAN" pada
buku-buku
pendidikan,
seminar,
teori pendidikan, dll.
yang kadang sudah menjangkiti beberapa para
pendidik muslim,
para ayah dan ibu.

Beberapa waktu lalu, ana sepakat dengan hal ini.
Maka dengan tertulisnya artikel ini,
ana BERTAUBAT kepada Alloh subhanahu wa ta'ala dari bahayanya doktrin di atas.

Mari kita lihat, beberapa perkataan-perkataan
'DALAM PENDIDIKAN' tentang larangan mengucapkan kata JANGAN pada anak,

Diantaranya Ayah Edy,
dia mengatakan pada buku 'Ayah Edy Menjawab hal. 30,

"..gunakan kata-kata preventif, seperti
hati-hati,
berhenti,
diam di tempat, atau
stop.
Itu sebabnya kita sebaiknya tidak menggunakan kata JANGAN karena alam bawah sadar manusia tidak merespons dengan cepat kata JANGAN..."

Pada media online, detik(dot)com, pernah menulis judul artikel :

'Begini Caranya Melarang Anak
Tanpa Gunakan Kata 'Tidak' atau
JANGAN,
bertuliskan demikian,

"...Tak usah bingung, untuk melarang anak tak melulu harus dengan kata JANGAN atau tidak..."

Pada sebuah artikel lain, berjudul,
"Mendidik Anak Tanpa Menggunakan Kata JANGAN”
tertulis,

"Kata JANGAN akan memberikan nuansa negatif dan larangan dari kita sebagai orang tua,
maka dari itu coba untuk mengganti dengan kata yang lebih positif dan berikan alasan yang dapat diterima anak..."

Nah,
inilah SYUBHAT (KERAGUAN).

Indah nampaknya,
tapi di dalamnya terkandung "bahaya yang kronis".

Mari kita bahas syubhat yg mereka gelontorkan.

Sebelumnya,
kalau kita mau teliti,
mari kita tanyakan kepada mereka yang melarang kata JANGAN,
apakah ini punya landasan dalam al-Qur'an dan hadits?

Apakah semua ayat di dalam al-Qur'an tidak menggunakan kata "Laa (JANGAN)"?

Mereka pun mengatakan jangan terlalu sering mengatakan JANGAN.

Sungguh mereka lupa bahwa lebih dari 500
kalimat dalam ayat Al-Qur’an
menggunakan kata JANGAN.

Allohu Akbar,
banyak sekali!

Mau dikemanakan kebenaran ini?
Apa mau dibuang?
Dan diadopsi dari teori dhoif?

Kalau mereka mengatakan kata JANGAN bukan tindakan preventif (pencegahan),
maka kita tanya,
apakah Anda mengenal Luqman AL-Hakim?

Surah Luqman ayat 12 sampai 19.
Kisah ini dibuka dengan penekanan Allaah bahwa Luqman itu orang yang diberi hikmah,
orang arif yang secara tersirat kita diperintahkan untuk meneladaninya (“walaqod ataina luqmanal hikmah….” . dst)

Apa bunyi ayat yang kemudian muncul?

Ayat 13 lebih TEGAS menceritakan bahwa Luqman itu berkata kepada anaknya,

“Wahai anakku,
JANGANLAH engkau menyekutukan Alloh.
Sesungguhnya syirik itu termasuk dosa yang besar”.

Inilah bentuk tindakan preventif yang divaliditas dalam al-Qur'an.

Sampai pada ayat 19,
ada 4 kata “laa” (JANGAN)
yang dilontarkan oleh Luqman kepada anaknya,
yaitu
“laa tusyrik billah”,
“fa laa tuthi’humaa”,
“Wa laa tusho’ir
khoddaka linnaasi”, dan
“wa laa tamsyi fil ardli maraha”.

Luqman tidak perlu mengganti kata “JANGAN menyekutukan Alloh” dengan
(misalnya)
“esakanlah Alloh”.

Pun demikian dengan “Laa” yang lain,
tidak diganti dengan kata-kata kebalikan yang bersifat anjuran.

Mengapa Luqmanul Hakim tidak menganti "JANGAN" dengan "diam/hati-hati"?
Karena ini bimbingan Alloh.
Perkataan "JANGAN" itu mudah dicerna oleh anak,
sebagaimana penuturan Luqman Hakim kepada anaknya.

Dan perkataan JANGAN juga
positif,
tidak negatif.

Ini semua bimbingan dari Alloh subhaanahu wa ta'aala,
bukan teori pendidikan Yahudi.

Adakah pribadi psikolog atau pakar parenting pencetus aneka teori ‘modern’ yang melebihi kemuliaan dan senioritas Luqman?

Tidak ada!

Luqman bukan nabi,
tetapi namanya diabadikan oleh Allaah dalam Kitab suci karena ketinggian ilmunya.

Dan tidak satupun ada nama psikolog kita temukan dalam kitabullah itu.

Membuang kata “JANGAN” justru menjadikan anak hanya DIMANJA oleh pilihan yang serba benar.

Ia tidak memukul teman bukan karena mengerti bahwa memukul itu terlarang dalam
agama,
tetapi karena lebih memilih berdamai.

Ia tidak sombong bukan karena kesombongan itu dosa,
melainkan hanya karena menganggap rendah hati itu lebih aman baginya.

Dan, kelak, ia tidak berzina bukan karena takut adzab Allaah,
tetapi karena menganggap bahwa menahan nafsu itu pilihan yang dianjurkan orang tuanya.

Nas alulloha salaman wal 'afiyah.

Anak-anak hasil didikan tanpa “JANGAN”
berisiko tidak punya
“sense of syariah”
dan keterikatan hukum.

Mereka akan sangat tidak peduli melihat kemaksiatan bertebaran,

tidak perhatian lagi dengan
"amar ma'ruf nahi mungkar",
tidak ada lagi minat untuk mendakwahi manusia yang dalam kondisi bersalah,
karena dalam hatinya berkata

“itu pilihan mereka, saya tidak demikian”.

Mereka bungkam melihat penistaan agama karena otaknya berbunyi

“mereka memang begitu, yang penting saya tidak melakukannya”.

Itulah sebenar-benar paham liberal,
yang ‘humanis’, toleran, dan menghargai pilihan-pilihan.

Jadi,
yakini dan praktikkanlah teori parenting Barat itu agar anak-anak kita tumbuh menjadi generasi liberal.

Simpan saja AL-Qur’an di lemari paling dalam

dan tunggulah suatu saat akan datang suatu pemandangan yang sama seperti kutipan kalimat di awal tulisan ini.

Astagfirulloh...
Semoga Alloh subhanallohu wa ta'aala memberi taufik kepada kita semua.....

Aamiin......

Mari kita renungkan bersama
copaste by www.AinuRofik.com

Selasa, 28 Juli 2015

Tentang Hijab

1. Hijab bukan pernyataan "aku sudah baik", atau "aku tanpa dosa", hijab adalah pernyataan sederhana dari "aku ingin taat"

2. Lelaki buaya berhidung belang sukakan aurat terbuka untuk mereka nikmati, puaskan nafsu dengan lekuk tubuh yg ditelusuri

3. Perhatikan olehmu Muslimah, saat wanita minim kain dan nyata lekuknya lewati lelaki, maka mata mereka mengikuti kemana pertunjukan pergi

4. Wanita tanpa hijab sediakan diri sendiri dilecehkan lewat mata, jika saja mereka ketahui apa yang lelaki itu pikirkan di dalam kepalanya

5. Sedang wanita berhijab mempersilahkan lelaki menghormatinya dari segi apapun, asal tidak dari fisik badan

6. Perhatikan olehmu Muslimah, saat yang berhijab lengkap melenggang di hadapan lelaki, tunduk pandang dibuatnya, pikiran mereka diam

7. Itu baru di dunia, di akhirat lebih lagi, saat masuki surga engkau disalami para malaikat, dan saat menghadap Allah? MasyaAllah

8. Bila Allah menanyakan, mengapa layak surga diberikan padamu, setidaknya bisa kau jawab, "telah kuhijab apa yang Engkau perintahkan bagiku"

9. "Ketika Rasul-Mu berucap kami dengar-patuh, karena tiada Rasul kami menyelisihi-Mu, terimalah hijab kami jadi tanda kami umat Rasul-Mu"

10. Hijab membuatmu terhormat di dunia dan mulia di akhirat, hijab buat cantikmu tak lekang diseret waktu bagai emas 24 karat

11. Memang terkadang berat menyeret jilbab, agak sulit mengulur kerudung, namun bukankah dalam tiap kepayahan dalam taat akan dibalas?

12. Hijab membantumu tegaskan pada dunia, auratmu bukan murahan lagi gampangan, hanya yang mampu datangi walimu dan akad yang berhak

13. Hijab membantumu menghemat kata-kata untuk jelaskan siapa dirimu pada manusia, dan membantu malaikat mudah catat amal baikmu

14. Bila Allah dan Rasul sudah jelas memerintahkan hijab, maka alasan apapun basi dihadapannya

Silakan di share bila ini bermanfaat bagimu, mudah-mudahan juga bisa bermanfaat bagi teman-temanmu :)
copaste by www.AinuRofik.com

Minggu, 26 Juli 2015

Syawwal Menamparku

Semalam, ketika mataku hampir terpejam, gelap diantara dua gelap. Lampu kamar yang rusak dan kelopak mata yang memberat. Tiba-tiba Syawwal datang menghampiriku, dia menyapa dengan suara serak memilukan. Karena mengantuk kujawab sapanya ala kadarnya. 

Aku penasaran kenapa suaranya serak pilu, sementara manusia diluaran berbahagia. Apa dia hanya berpura-pura mempermainanku.Kupelototkan bola mata untuk mengusir rasa kantuk dan penasaran. Ternyata dugaanku salah, paras syawwal pucat pasi dengan beberapa tetes air mata yang menyisa di pipinya.

Kudekati dia, aku bertanya,
" Kamu kenapa wal, apa yang terjadi denganmu, kamu sakit?"
"Aku sedang berduka, sedih sekali?" Suara Syawwal serak 
"Ah kamu mengada-ada syawwal, bagaimana bisa orang-orang bahagia dengan kedatanganmu, engkau malah bersedih?"
"Aku benci orang-orang itu, termasuk kamu Ihsan!!"
"Benci, ke aku juga?!"
"Iya aku benci, benci"!!" Syawwal berteriak kencang sekali.

Kantukku hilang seketika, kuperbaiki posisi dudukku, aku membatin, " Kelihatannya serius sekali apa yang terjadi pada Syawwal." 

"Ok syawwal, sekarang biarkan aku mendengarkan masalahmu dengan kami. Maaf, denganku maksudnya." Kataku

"Ihsan, jawab dengan jujur! Kenapa kamu bergembira dengan kedatanganku?"

"Kehadiranmu adalah hari raya, hari kemenangan setelah kami berjuang bersama kawanmu Ramadhan."

"Bohongg, bohongg, aku bukan hari kemenangan untuk kalian. Aku adalah hari pelampiasan untuk dosa yang kalian tahan selama bersama ramadhan."

"Syawwal, jangan ngelantur kamu. Buktikan omonganmu, kalau kamu ngawur, gak segan aku tendang kamu keluar dari kamar ini!"

"Selama bersama ramadhan alangkah baiknya kalian. Berbagai ketaatan kalian lakukan, berbagai dosa kalian jauhi. Setelah bersamaku kalian berubah, ketaatan kalian mengendor dan berbuat dosa menjadi semudah membalik telapak tangan!" Syawwal menumpahkan jeritan hatinya.

Aku diam menundukkan kepala.

"Ihsann, jangan diam belagak bodoh. Jawabb!! Betulkan yang aku katakan?!Di mana tilawah, qiyamul lail, shadaqah, wirid, dan segala ketaatan saat engkau bersama ramadhan?

"Beda syawwal, kita berbeda keadaan? Aku coba membela diri.

"Apanya yang beda? Apakah Allah yang engkau bersama Ramadhan Maha Melihat, sedang Allah yang engkau bersamaku buta? Apakah Ia yang engkau bersama ramadhan Maha mendengar, dan Ia yang engkau bersamaku menjadi tuli?" Syawwal terus mencecarku.

Aku yang tersudut masih menyela, "Tapi syawwal, saat bersama ramadhan kami memang terkondisi dengan ketaatan kepada Allah."

"Alaaah, masih saja ngeles. Asal engkau tahu jika ketaatanmu amburadul saat bersamaku tidak seperti di bulan ramadhan. Engkau sebenarnya gagal dalam jalinan bersama ramadhan, atau engkau tidak paham dengan ayat la'allakum tattaqun-agar kalian bertaqwa?"

"Apa maksudmu syawwal, jangan terus menyudutkanku!"

"Kamu betulan bodoh apa cuma pura-pura? Kebersamaan dengan ramadhan ditujukan 'agar' kalian bertaqwa. Yaitu ketika ramadhan telah berlalu kamu menjadi hamba yang bertaqwa saat bersamaku. Menjadi manusia yang berbakti kepada Allah. Lalu sekarang bercerminlah! Apakah engkau pantas meraih gelaran manusia bertaqwa setelah bersama ramadhan, tidak khan?!"

Aku semakin menundukkan muka. Lidahku terkunci, aku sadar benar apa yang dikatakan Syawwal.
"Ihsan angkat mukamu!" Syawwal membentak
Aku dongakkan kepala, " Plakk..plakk! Syawwal menamparku dua kali.
"Itu sebagai peringatan untukmu!" 
Sambungnya lagi.

Aku berusaha meraih tangannya untuk meminta maaf, namun ia malah berbalik badan dan melompat keluar menerobos jendela.
"Syawwal..syawwal...maafkan aku..maafkan aku..aku akan berubah!! Aku terus berteriak hingga suaraku habis dan jatuh terduduk kelelahan. 

Apakah Syawwal datang dan menampar kalian sebagaimana yang terjadi padaku?

Kediri, Syawwal hari ketiga 1436
abu zubair ihsanul faruqi
copaste by www.AinuRofik.com

Sabtu, 25 Juli 2015

Mutiara Tahajud

Muhasabah CINTA (Cerita dan Inspirasi Tahajjud) bersama Ust. Uti Konsen U.M.

Sungguh luar biasa, kesungguhan generasi awal dalam melaksanakan qiyamul lail, atau beribadah di malam hari. Bahkan tidak sedikit diantaranya yang terkesan sangat berlebihan, apalagi kalau kita banding dengan apa yang dilakukan oleh umat akhir zaman ini.

Zainab ra, salah seorang isteri Nabi saw, amat bersemangat mengerjakan qiyamul lail. Sampai beliau memasang seutas tali melintang di antara 2 tiang masjid. Nabi saw bertanya, “Tali apa ini ?.”. Sahabat menjawab “ Itu adalah tali milik Zainab. Jika ia merasa malas dalam melaksanakan shalat, maka ia bergantung padanya.” Nabi saw bersabda,” Tidak boleh seperti ini. Lepaskan tali itu. Hendaklah masing-masing dari kalian mengerjakan qiyamullail dalam keadaan semangat. Jika ia malas (capek) maka tidurlah !.”

Musa bin Ismail At-Tabudzaki bertutur, “Kalau aku mengatakan kepada kalian bahwa Hammad nin Salamah tak pernah tertawa, niscaya aku tak berdusta. Beliau itu memang orang yang sangat sibuk. Kegiatannya hanya meriwayatkan hadis, membaca, bertasbih atau shalat. Beliau membagi – bagi waktu siangnya hanya itu saja. Di kala malam, hanya sedikit sekali tidurnya. Beliau meninggal sedang melakukan shalat“

Rasulullah saw. Bersabda “Barangsiapa yang shalat malam dengan membaca 100 ayat maka ia tidak akan ditulis sebagian bagian orang – orang yang lupa. Dan barangsiapa shalat di malam hari dengan membaca 200 ayat, maka sesungguhnya ia akan ditulis sebagai bagian dari orang-orang yang senantiasa beribadah kepada Allah dengan ikhlas.” (HR.Al Hakim)

Abdul Aziz bin Umar berkata, ”Anda akan melihat cahaya kebesaran pada mereka ahli tahajjud. Anda akan melihat bekas – bekas pengabdian kedua mata mereka. Sesungguhnya orang yang mau memutuskan sebagian kepentingan duniawinya, maka bekas – bekasnya akan diperlihatkan kepadanya. Demikian juga dengan orang yang memutus hubungan dengan-Nya, Allah juga akan memperlihatkan bekas – bekasnya kepadanya.” (Kitab Shifat Ash-Shafwah oleh Ibnu Al Jauzi)

Asyhab bin Abdul Aziz ra bercerita “Pada suatu malam saya keluar rumah melewati rumah Malik bin Anas. Beliau sedang shalat malam. Aku berhenti lama untuk mengamatinya. Kemudian aku pulang ke rumah untuk berwudhu guna mengikuti shalat subuh di masjid. Ketika sampai di masjid, aku tercengang melihat beliau sudah ada di majelis pengajiannya dan dikelilingi oleh orang banyak. Ketika pagi hari aku melihat wajahnya membancarkan cahaya.” (Kitab Ash-Shalat Wa At Tahajjud)

Wallahu’alam.
copaste by www.AinuRofik.com
from KUTUB (Komunitas Tahajud Berantai)

Keutamaan Menuntut Ilmu

Alhamdulillah, segala puji hanyalah milik Allah. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah untuk Nabi Muhammad, keluarganya, para sahabatnya serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik dan benar sampai hari kiamat kelak.

Saudariku muslimah, diantara perkara mulia yang hendaknya menjadi kesibukan kita adalah menuntut ilmu. Orang yang memiliki ilmu akan dapat membedakan antara petunjuk dan kesesatan, kebenaran dan kebatilan, sunnah dan bid’ah. Maka ilmu adalah perkara mulia yang hendaknya menjadi perhatian setiap muslim, perkara yang harus diutamakan. Karena ilmu itu lebih didahulukan dari perkataan dan perbuatan.

Al-Hafizh Ibnu Rajab al-Hanbali mengatakan, “Ilmu yang bermanfaat adalah mempelajari al-Qur’an dan sunnah serta memahami makna kandungan keduanya dengan pemahaman para sahabat, tabi’in dan tabi’ tabi’in. Demikian juga dalam masalah hukum halal dan haram, zuhud dan masalah hati, dan lain sebagainya”. (Fadhlu Ilmi Khalaf, hlm. 26).

Keutamaan-keutamaan ilmu agama banyak sekali, diantaranya:

• Ilmu adalah sebab kebaikan di dunia dan akhirat
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

“Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan padanya, Allah akan faqihkan ia dalam agama.” (Muttafaq ‘alaihi).

• Ilmu sebagai benteng dari syubhat dan fitnah
Karena dengan ilmu kita dapat menjaga diri dari berbagai syubhat (kerancuan pemikiran) yang menyerang. Dengan ilmu juga kita dapat membantah argumen orang-orang yang ingin merusak agama.

• Ilmu adalah jalan menuju surga
Dengan ilmu kita bisa beribadah yang benar sehingga akan mengantarkan kita kepada surga Allah Subhanahu wa Ta’ala. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الجَنَّةِ

“Barang siapa yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, maka akan Allah mudahkan jalannya menuju surga.” (HR. Muslim).

​Oleh karenanya, marilah kita bersemangat untuk menuntut ilmu agama dengan segala sarana yang dimudahkan Allah pada zaman sekarang, baik dengan belajar di pondok pesantren ahlus sunnah, majlis ta’lim, dan dauroh. Atau bisa juga melalui TV sunnah seperti Rodja TV, radio sunnah seperti Radio Rodja, Radio Muslim Yogyakarta, atau membaca buku dan majalah sunnah. Allahu a’lam.

Penulis: Ummu Aisyah Emmi

Pemuraja’ah: Ustadz Ammi Nur Baits
copaste by www.AinuRofik.com