Senin, 22 Juni 2015

BERBUAT BAIKLAH DISISA USIA YANG ADA

Oleh: Al Ustadz Idral Harits Hafizhahulloh
Bismillah.

Al Hafizh Ibnu Rajab Al Hanbali menyebutkan dalam kitabnya Jami’ul ‘ulum wal hikam:

Al Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullahu Ta’ala ketika menerangkan tafsir kalimat istirja’  (ucapan:

إنا لله و إنا إليه راجعن)

Beliau mengatakan: Barangsiapa yang mengetahui bahwa dia adalah hamba kepunyaan Allah, dan dia mengetahui bahwa dia akan kembali kepadaNya, maka dia harus mengetahui bahwa dia  pasti akan berdiri di hadapanNya.

Barangsiapa yang mengetahui bahwa dia akan berdiri di hadapanNya, maka dia harus mengetahui pula bahwa dia pasti ditanya (tentang amalannya di dunia).

Dan barangsiapa yang mengetahui bahwa dia akan ditanya, maka dia harus menyiapkan jawaban untuk pertanyaan tersebut.

Lalu ada yang bertanya:  “Lantas apa daya kita?”

Kata Al Fudhail bin ‘Iyadh: “Sangat mudah,”

“Apa itu?” : Tanya orang tersebut.

Beliau berkata:  “Kamu berbuat baik pada apa yang masih tersisa, niscaya apa yang telah lewat akan diampuni. Sebab, jika kamu berbuat jelek pada apa yang masih tersisa, niscaya kamu akan disiksa karena apa yang telah lewat dan apa yang tersisa.”

Wallahu Muwaffiq
copaste by www.AinuRofik.com

Syukuri Apa Yang Ada

ﺛﻼﺙ ﻣﺮﺍﺣﻞ ﻣﻀﺤﻜﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ !!...
١ ‏) ﺳﻦ ﺍﻟﻤﺮﺍﻫﻘﺔ :
ﺗﻤﻠﻚ ﺍﻟﻮﻗﺖ + ﺍﻟﻄﺎﻗﺔ
ﻟﻜﻦ ﻟﻴﺲ ﻟﺪﻳﻚ ﺍﻟﻤﺎﻝ
٢ ‏) ﻣﺮﺣﻠﻪ ﺍﻟﻌﻤﻞ :
ﺗﻤﻠﻚ ﺍﻟﻤﺎﻝ + ﺍﻟﻄﺎﻗﺔ
ﻟﻜﻦ ﻟﻴﺲ ﻟﺪﻳﻚ ﺍﻟﻮﻗﺖ
٣ ‏) ﻣﺮﺣﻠﺔ ﺍﻟﺸﻴﺐ :
ﺗﻤﻠﻚ ﺍﻟﻤﺎﻝ + ﺍﻟﻮﻗﺖ
ﻟﻜﻦ ﻟﻴﺲ ﻟﺪﻳﻚ ﺍﻟﻄﺎﻗﺔ
Ada tiga fase hidup yang tampak lucu:
1. Masa puber : anda punya waktu dan
kekuatan tetapi tidak punya uang.
2. Masa bekerja : anda punya harta dan
kekuatan, tetapi tidak punya waktu.
3. Masa tua : anda punya harta dan punya
waktu, tetapi tidak punya kekuatan.
ﻫﺬﺓ ﻫﻲ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ .....
ﻋﻨﺪﻣﺎ ﺗﻤﻨﺤﻚ ﺷﻴﺌﺎ ...
ﺗﺴﻠﺐ ﻣﻨﻚ ﺷﻴﺌﺎ ﺍﺧﺮ ....
Inilah kehidupan, ketika kita mendapat
sebuah karunia. Maka akan hilang karunia
lainnya.
ﺩﺍﺋﻤﺎ ﺗﻌﺘﻘﺪ ﺇﻥ ﺣﻴﺎﺓ ﺍﻻﺧﺮﻳﻦ
ﻫﻲ ﺍﻓﻀﻞ ﻣﻦ ﺣﻴﺎﺗﻨﺎ ..!!!
Anda selalu yakin bahwa kehidupan orang
lain, selalu lebih baik dari kehidupan kita !!!
ﻭﺍﻻﺧﺮﻭﻥ ﻳﻌﺘﻘﺪﻭﻥ ﺇﻥ ﺣﻴﺎﺗﻨﺎ ﺍﻓﻀﻞ ..
Dan orang lain pun meyakini, bahwa
kehidupan kita lebih baik darinya.
ﻛﻞ ﺫﻟﻚ ﻻﻧﻨﺎ ﻧﻔﻘﺪ ﺷﻲ ﻣﻬﻢ ﻓﻲ ﺣﻴﺎﺗﻨﺎ ﻭﻫﻲ :
. ‏( ﺍﻟﻘﻨﺎﻋﻪ ) .
Hal itu dikarenakan kita melupakan hal terpenting dlm hidup kita, yaitu bersikap
Qanaah (mensyukuri apa yang kita miliki).
Saudaraku, yuuk kita senantiasa mensyukuri atas apa yang telah Allah berikan kpda kita.
Ya Allah ampunilah dosa kami, dan jadikanlah kami hamba Mu yang pandai bersyukur. Aamiiin
copaste by www.AinuRofik.com

Doa Yang Urgent

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Mohonkan Ampun

Ibnul Qoyyim rahimahullah Mengatakan :

" Bila engkau ingin Berdo'a,
sementara waktu yg kau miliki begitu sempit,padahal dadamu dipenuhi oleh begitu banyak keinginan,maka ,,,

jadikan seluruh isi Do'amu Istighfar, agar Allah memaafkanmu,..

Karena, bila Dia memaafkanmu,.. maka,,,

semua keperluanmu akan dipenuhi oleh-Nya tanpa engkau Memintanya...."

بارك الله
copaste by www.AinuRofik.com

Minggu, 21 Juni 2015

Manfaat Puasa

Diantara manfaat spiritual yg terdapat pada puasa adalah membiasakan seseorang untuk bersabar dan manguatkannya, mengajarkan pengendalian diri dan membantunya dalam mengendalikan diri, menumbuhkan karakter ketaqwaan dalam diri dan mendidiknya, khususnya merupakantujuan utama yg hendak dicapai setelah puasa seperti disebutkan dalam firman Alla ta’ala:
كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون
“telah diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang- orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa” {Al Baqoroh:183}
Sedangkan manfaat sosial dari puasa, diantaranya adalah membiasakan umat islam untuk hidup disiplin dan bersatu, mencintai keadilan dan persamaan, menumbuhkan perasaan sayang dan moral yang baik, sebagaimana ia melindungi masyarakat dari segala macam kejahatan dan kerusakan.
Dari segi kesehatan, diantara manfaat puasa adalah membersihkan usus, memperbaiki lambung, membersihkan badan dari sisa makanan dan kotoran, serta dapat meringankan tubuh dari himpitan kegemukan dan berat badan karena lemak. Didalam hadits disebutkan:
صوموا تصحوا
“berpuasalah kalian, maka kalian akan sehat” [Ibnu As sunni dan Abu Nu’aim. As suyuthi menghasankannya]
(Minhajul Muslim|Bab Ibadah: 665-666)

copaste by www.AinuRofik.com from Kajian Serambi Ma’rifat

Untuk pendaftaran silahkan ketik:
BC(spasi)NAMA(spasi)ALAMAT
Kirim ke:
082 1991 616 47 (Whatsapp)

Untuk Infaq Pengembangan dakwah silahkan hubungi
08564 757 3338 (Whatsapp)

Nb: Bagi yg sudah mendapat kiriman kajian dari 2 nomer di atas untuk tidak mendaftar lagi.

Sebarkan !

Sabtu, 20 Juni 2015

Lakukan Kebaikan dari Hal Kecil

Ada seorang sahabat, cak SULASMADI namanya , Dia punya “kebiasaan” yg menurut saya agak langka.

Kalo beli sesuatu dari pedagang keci l, dia tidak mau menawar, malah seringkali kalau ada uang kembalian, selalu diberikan pada pedagangnya.

Pernah suatu hari saya ikut naik mobilnya, mampir di SPBU.
Dia berkata kpd Petugas SPBU : Tolong diisi Rp 95 rb saja.

Sang Petugas merasa heran, dan bertanya: “tidak sekalian Rp 100 rb saja pak ?”
“Gak apa2, isi saja Rp 95 rb”, balas cak SULASMADI

Selesai diisi bensin, cak SULASMADI memberikan uang Rp 100 rb. Sang petugas pun memberikan uang kembalian 5 rb.

cak SULASMADI berkata: “Gak usah, ambil saja kembaliannya.”
Sang petugas SPBU seperti tidak percaya. Ia pun berucap: “wahh,, Terima kasih Pak.." Senyumnya mengembang senang.

Saya tertegun dengan perilaku  cak SULASMADI. dan juga petugas tersebut.

Di dalam perjalanan, saya bertanya : “Sering melakukan hal seperti itu?”

cak SULASMADI menjawab: “Saya kan tidak mungkin bisa mengikuti semua perintah Allah. Jadi saya lakukan hal-hal kecil yang bisa saya lakukan, yg penting konsisten. Orang itu yang perlu kita bantu."

Rasanya saya tidak akan jatuh miskin jika setiap mengisi bensin bersedekah 5 ribu kepada mereka. Uang 5 ribu itupun tdk akan membuat dia kaya tapi yang jelas sedikit membuat hatinya bahagia.

Saya tertegun,, rupanya ini yg sering para 'bijak' sampaikan,, bahwa :

Hiduplah tiap hari seperti matematika:

1. Mengalikan (x) kegembiraan,

2. Mengurangi (-) kesedihan,

3. Menambahkan (+) semangat,

4. Membagi (:) kebahagiaan,dan

5. Meng-quadratkan kasih sayang antar sesama.

Ternyata,
Bahagia itu Dekat....juga Mudah...

THE POWER OF GIVING.........
copaste by www.AinuRofik.com

Rabu, 27 Mei 2015

Mengapa Syiah Hanya Memuja Husein & Tidak Putra Ali Lainnya

Oleh Ustadz Syafruddin Ramly, Lc.
(Arrahmah.com ) – Tahukah Anda, mengapa syiah senantiasa memuja dan menyembah Husein saja dan tidak mencintai anak-anak Fatimah yang lainnya?
Informasi berikut ini bisa jadi akan membuat Anda dan kaum muslimin sedunia kaget setengah mati, khususnya Syiah-syiah non Iran.
Sebelum menjawab pertanyaan tersebut diatas mari kita lihat daftar anak kandung laki-laki Ali Bin Abi Thalib radhiyallahu anhu, sebagai berikut:
1.Hasan bin Ali bin Abi Thalib
2.Husein bin Ali bin Abi Thalib
3.Muhsin bin Ali bin Abi Thalib
4.Abbas bin Ali bin Abi Thalib
5.Hilal bin Ali bin Abi Thalib
6.Abdullah bin Ali bin Abi Thalib
7.Jakfar bin Ali bin Abi Thalib
8.Usman bin Ali bin Abi Thalib
9.Ubaidillah bin Ali bin Abi Thalib
10.Abu Bakar bin Ali bin Abi Thalib
11.Umar bin Ali bin Abi Thalib
Pernahkah Anda melihat bendera atau umbul-umbul Syiah yang bertulisan “Wahai Hasan…” atau ﻳﺎ ﺣﺴﻦ ?
Kenapa mereka hanya meminta kepada Husein saja, padahal Hasan juga anak kandung Ali bin Abi Thalib yang juga terlahir dari rahim Fatimah binti Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, baik Hasan maupun Husein sama-sama Ahlu Bait.
Pernahkah anda wahai Syiah-syiah non Persia mempertanyakan hal ini?
Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ketahuilah informasi berikut ini:
Tahukah Anda bahwa 12 imam syiah seluruhnya berasal dari keturunan Husein saja?
Syiah hanya mensakralkan Husein saja, namun tidak mensakral Hasan dan tidak juga mensakralkan anak-anak Ali bin Abi Thalib yang lainnya yang semuanya diredhai Allah.
Jawabannya adalah: karena Husein menikahi wanita Persia Iran putri raja Yazdegerd yang bernama Shahrbanu atau yang dikenal dengan Syahzinan. Konon ketika Kekaisaran Persia ditaklukkan dan terbunuhnya Kaisar Yazdegerd maka putri-putrinya ditawan.
Saat itu Umar menghadiahkan putri sang Kaisar yang bernama Syahzinan kepada Husein bin Ali bin Abi Thalib dan Husein pun menikahinya. Oleh karena itulah Syiah begitu mensakralkan Husein dan para imam Syiah yang terlahir dari rahim Syahzinan berdarah Persia, dan bukan seperti klaim mereka bahwa mereka mencintai keluarga nabi Muhammad yang berasal dari Arab.
Hakikatnya, mereka sangat mencintai Ahlu Bait kaisar yang menjadi moyang 12 imam yang semuanya berasal dari ibu berdarah Persia, mereka sangat fanatis dalam mencitai dan memuja kakek anak-anak Husein sang kaisar Persia, bukan sang nabi yang berasal dari Arab.
Imam-imam yang mereka sakralkan dan mereka anggap maksum satu level dengan nabi-nabi itu hanyalah imam-imam yang berasal dari keturunan raja Persia Yazdegerd, tidak ada yg berasal dari Arab.
Mereka mencintai Husein dan para imam-imamnya karena mereka meyakini bahwa di dalam darah imam itu mengalir darah Persia keturunan kaisar.
Mereka hanya mencintai Ahlu Bait kaisar raja Persia, bukan Ahlu Bait nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. (adibahasan/ arrahmah.com)
copaste by www.AinuRofik.com

Selasa, 26 Mei 2015

Dulunya Ia Hafal 30 Juz, Semua Hilang Tak Bersisa Kecuali 2 Ayat Saja

Akhwatmuslimah.com – Lelaki gagah itu mengayunkan pedangnya menebas tubuh demi tubuh pasukan romawi. Ia adalah dulunya termasuk dari Tabi’in (270 H) yang HAFAL AL QURAN.

Namanya adalah sebaik-baik nama, ‘Abdah bin ‘Abdurrahiim. Keimanannya tak diragukan. Adakah bandingannya di dunia ini seorang MUJAHID nan NAN HAFAL AL QURAN, terkenal akan keilmuannya, kezuhudannya, ibadahnya, puasa daudnya serta ketaqwaan dan keimanannya…???

Namun tak dinyana, akhir hayatnya mati dalam kemurtadan dan hilang semua ISI AL QURAN dalam hafalannya melainkan 2 AYAT SAJA YANG TERSISA. Ayat apakah itu?? Apakah penyebabnya..??

Inilah kisahnya :
Pedangnya masih berkilat-kilat memantul cahaya mentari yang panas di tengah padang pasir yang gersang. Masih segar berlumur merahnya darah orang romawi. Ia hantarkan orang romawi itu ke neraka dengan pedangnya.

Tak disangka pula, nantinya dirinyapun dihantar ke neraka oleh seorang WANITA ROMAWI, tidak dengan pedang melainkan dengan ASMARA.

Kaum muslimin sedang mengepung kampung romawi. Tiba-tiba mata ‘Abdah tertuju kepada seorang wanita romawi di dalam benteng. Kecantikan dan pesona wanita pirang itu begitu dahsyat mengobrak-abrik hatinya. Dia lupa bahwa tak seorangpun dijamin tak lolos su’ul khotimah.
Tak tahan, iapun mengirimkan surat cinta kepada wanita itu. Isinya kurang lebih:

“Adinda, bagaimana caranya agar aku bisa sampai ke pangkuanmu?”
Perempuan itu menjawab: “Kakanda, masuklah agama nashrani maka aku jadi milikmu.”
Syahwat telah memenuhi relung hati ‘Abdah sampai-sampai ia menjadi lupa beriman, tuli peringatan dan buta Al Quran. Hatinya terbangun tembok anti hidayah.
Khotamallaahu ‘ala qulubihim wa’ala sam’ihim wa’ala abshorihim ghisyawah… Astaghfirullah, ma’adzallah. Pesona wanita itu telah mampu mengubur imannya di dasar samudra. Demi tubuh cantik nan fana itu ia rela tinggalkan islam. Ia rela murtad.
Menikahlah dia di dalam benteng. Kaum muslimin yang menyaksikan ini sangat terguncang. Bagaimana mungkin? Bagaimana bisa seorg hafidz yang hatinya dipenuhi Al Qur’an meninggalkan Allah dan menjadi hamba salib?
Ketika dibujuk untuk taubat ia tak bisa. Ketika ditanyakan kepadanya, “Dimana Al Quran mu yang dulu???”
Ia menjawab, “Aku telah lupa semua isi Al Quran kecuali 2 ayat saja yaitu :

رُبَمَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ كَانُوا مُسْلِمِينَ
“Orang-orang yang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim.”

ذَرْهُمْ يَأْكُلُوا وَيَتَمَتَّعُوا وَيُلْهِهِمُ الْأَمَلُ ۖفَسَوْفَ يَعْلَمُونَ.
“Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka).”
(QS. Al Hijr: 2-3)

Seolah ayat ini adalah hujjah untuk dirinya, kutukan sekaligus peringatan Allah yang terakhir namun tak digubrisnya. Dan ia bahagia hidup berlimpah harta dan keturunan bersama kaum nashrani. Dalam keadaan seperti itulah dia sampai mati. Mati dalam keadaan MURTAD.

Ya Allah, seorang hafidz nan mujahid saja bisa Kau angkat nikmat imannya berbalik murtad jika sudah ditetapkan murtad, apatah lagi hamba yang banyak cacat ini. Tak punya amal andalan.
Saudaraku, doakan aku dan aku doakan pula kalian agar Allah lindungi kita dari fitnah wanita dan fitnah dunia serta dihindarkan dari ketetapan yang buruk di akhir hayat.
Ma taraktu ba’di fitnatan adhorro ‘ala ar rijaal min nisaa…
“Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah yg maha dahsyat bahayanya bagi lelaki kecuali fitnah wanita.” (muttafaq ‘alaih).

Sumber : qursun.blogspot.com
copaste by www.AinuRofik.com