Sabtu, 15 Agustus 2015

Menghiasi Diri dengan Tawadhu


بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Alhmadulillah segala puji hanya untuk Allah, yang telah memberikan kita limpahan nikmat & karunianya kepada antum semua.
Tidak terasa bulan syawwal sdah hampir meninggalkan kita, yang blum menunnaikan puasa syawwal joom...masih ada 6 hari kedapan.
🔖Tema kali ini adalah Tawadhu'🔖

Tawadhu' artinya rendah hati. Rendah hati dalam arti bukan rendah diri ya..
Allah SWT berfirman:
"dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan diatas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata ( yang mengandung) keselamatan."(QS.Al-Furqan:63)
dari penjelasan diatas dapat kita maknai bahwa tawadhu' adalah inner beauty yang sesungguhnya.Para ahli tafsir mengatakan Tawadhu' diatas dapat diartikan sebagai sifat santun, tenang, berwibawa, dan tidak sombong.
Ada 2 hal terpenting dari sifat tawadhu' yang dapat kita petik'
Pertama, orang yang memiliki sifat tawadhu' hanya merasa bahwa dirinya tidak lebih hebat daripada orang lain.
kedua, tawadhu' adalah lawan dari sifat takkabu, merasa bahwa diri lebih hebat dan lebih mulia dari orang lain ( RuuhulMa'ani, 4/90 )
Diantara sifat tawadhu' Rasulullah SAW adalah , Jika beliau melewati sekumpulan anak-anak kecil maka beliau mengucapkan salam kepada mereka. Jika berada di rumah, maka beliau mengerjakan tugas-tugas keluarganya. Beliau bisa menjahit sandalnya, menambal pakaian, memerah susu, makan bersama pelayan dan berjalan bersama-sama anak yatim. Memenuhi keperluan mereka, selalu mengucapkan salam telebih dahulu kepada mereka. Memenuhi undangan siapapun yang mengundangnya.
Begitu banyak sifat Rasulullah SAW yang patut kita contoh.
Mari sebagai generasi muda kita  harus berusaha meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW.
Demikian tema pagi ini.....
syukran 😊

📚sumber buku ::Ar-Risalah (Menata Hati Menyentuh Nurani )
✏Edisi       : 141
📎Halaman : 20-23

.📡Fanspage :
🔅 Fb               : Remaja Masjid Raya Batam
🔅 Instagram : @RemajaMasjidBTM
🔅 Twitter       : @RemajaMasjidBTM
copaste by www.AinuRofik.com

Lebih Penting Mana

Seseorang selalu akan menanyakan atau menyatakan apapun yang paling penting baginya, yang paling menyita pikirannya, yang paling berarti baginya

Misalkan, anggap ada 6 orang yang pergi ke satu restoran dengan makanan yang sama sekali asing bagi mereka, kemudian datanglah seorang pramusaji, lalu bertanya kepada mereka "apa yang ingin anda semua pesan?" katanya

A menjawab, "menu apa yang paling enak?" B berkata, "mana menu dengan harga termurah?" C menukas "menu khas disini apa ya?" D membalas "yang porsinya paling banyak apa ya?" E bergumam "mmm.. yang banyak sayurnya yang mana?" F menyela "disini makanannya halal semua kan?" :D

Nah, sampai disini kita semua bisa menebak, siapa yang mementingkan apa, yang jelas bagi F, makanan halal lebih penting daripada enak, banyak, murah, khas, dan jenis makanan

Artinya, walau tak sedap, sedikit, mahal, dan biasa, ASALKAN halal itu sudah memuaskan dirinya

Apa yang kita anggap penting selalu memenuhi rongga pikiran kita, memakan dan mendominasi pikiran kita

Maka orang dengan mental susah selalu bertanya tentang harga, uang, keuntungan, dunia, materi. Karena itulah yang paling penting baginya. Ketika mencari pekerjaan pertanyaannya yang pertama adalah "Berapa gaji yang saya dapatkan?", saat menikah dia tanyakan pertama, "Bisakah dia membiayai keperluan hidup saya dan keluarga saya nanti?", saat berjumpa dengan orang lain senantiasa dia bertanya "Apa keuntungan yang bisa saya ambil darinya?

Berbeda dengan orang yang Allah segalanya baginya, yang penting baginya ialah iman, halal, syar'i, berkah, ampunan, ridha Allah. Karenanya pertanyaannya "Halalkah ini?", "Sesuaikah ini dengan syar'i?", "Apakah Allah ridha?". Masalah uang bisa dicari, keahlian bisa dipelajari, hidup bisa dijalani. Asalkan Allah tetap di hati

Jadi, berhati-hatilah dengan pertanyaanmu, karena itu menentukan siapa dirimu, dan apa yang penting bagimu
copastw by www.AinuRofik.com

Amalan Penghapus Dosa

Amalan-amalan yang bisa mendatangkan banyak pahala dan menghapuskan dosa tersebut adalah sebagaimana berikut:

📝29. Mendirikan shalat lima waktu, dalilnya adalah hadits Nabi saw: “Tidak ada seorang muslim-pun yang kedatangan shalat lima waktu lantas dia menyempurnakan wudhunya, memaksimalkan khusyu’ dan ruku’nya (dalam mendirikan shalat-shalat tersebut) kecuali akan menjadikan baginya penghapus dosa-dosanya selama dia tidak melakukan dosa besar, dalan jangka waktu setahun penuh” (HR. Muslim)

📝30. Mendirikan shalat Shubuh dan Asar, dalilnya adalah hadits Nabi saw: “Barangsiapa yang mendirikan shalat Shubuh dan Asar, maka akan masuk surga” (HR. Bukhari)

📝31. Melaksanakan shalat Jum’at, dalilnya adalah hadits Nabi saw: “Barangsiapa yang menyempurnakan wudhunya lalu pergi ke shalat jum’at dan mendengarkan khutbah dengan seksama, maka diampuni dosa-dosanya diantara dua jum’atan dan tambahan lagi tiga hari” (HR. Muslim)

📝32. Berdoa pada saat terkabulnya doa pada hari Jum’at, dalilnya adalah hadits Nabi saw: “Pada hari Jum’at terdapat waktu, tidak ada seorang muslim yang sedang shalat (pada saat itu) lalu memohon kepada Allah kecuali dikabulkan doanya” (HR. Bukhari dan Muslim)

📝33. Melaksanakan sunah rawatib beserta shalat fardhu, dalilnya adalah hadits Nabi saw: “Tidak ada seorang muslim yang mendirikan shalat sunnah setiap hari 12 rakaat melainkan Allah membangun baginya sebuah rumah mewah di surga” (HR. Muslim)

📝34. Melaksanakan shalat dua rakaat sehabis melakukan suatu dosa, dalilnya adalah hadits Nabi saw: “Tiada seorang hamba yang melakukan suatu perbuatan dosa lalu menyempurnakan wudhu dan shalat dua rakaat lantas memohon ampunan dari Allah kecuali diampuni dosa-dosanya” (HR. Abu Daud)

📝35. Melaksanakan shalat malam, dalilnya adalah hadits Nabi saw: “Shalat yang paling afdhal setelah shalat fardhu adalah shalat pada malam hari” (HR. Muslim)

📝36. Shalat dhuha, dalilnya adalah hadits Nabi saw: “Pada pagi hari setiap ucapan salam merupakan sedekah bagi salah seorang di antaramu, setiap ucapan tasbih adalah sedekah, setiap ucapan hamdalah merupakan sedekah, setiap ucapan tahlil adalah sedekah, setiap takbir ialah sedekah, setiap amar makruf adalah sedekah, nahi munkar adalah sedekah dan semua ini telah cukup bagi setiap orang dengan melakukan shalat dua rakaat Dhuha” (HR. Muslim)

📝37. Mengucapkan shalawat untuk Nabi saw, beliau bersabda: “Barangsiapa yang mengucapkan salam untukku sekali maka Allah akan membalasnya sepuluh kali” (HR. Muslim)

📝38. Melaksanakan puasa, dalilnya adalah hadits Nabi saw: “Tidak ada seorang hamba yang berpuasa sehari fi sabilillah melainkan Allah akan menjauhkan dirinya dari neraka berkat puasa tersebut sejauh 70 tahun” (HR. Bukhari dan Muslim)

📝39. Berpuasa tiga hari pada setiap bulan, dalilnya adalah hadits Nabi saw: “Barangsiapa yang melaksanakan puasa tiga hari pada setiap bulan, maka seperti orang yang melaksanakan puasa selama setahun penuh” (HR. Bukhari dan Muslim)

📝40. Berpuasa pada bulan Ramadhan, dalilnya adalah hadits Nabi saw: “Barangsiapa yang melakukan puasa pada bulan Ramadhan didasari dengan iman dan pengharapan pahala maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari dan Muslim)

📝41. Berpuasa 6 hari pada bulan Syawal, dalilnya adalah hadits Nabi saw: “Barangsiapa yang melakukan puasa Ramadhan dan menambahnya 6 hari pada bulan Syawal, maka seakan-akan dia melakukan puasa setahun penuh” (HR. Muslim)

📝42. Berpuasa pada hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah ketika jamaah haji sedang berwukuf di padang Arafah), dalilnya adalah hadits Nabi saw: “Berpuasa pada hari Arafah menghapus (dosa) setahun yang berlalu dan setahun yang akan datang” (HR. Muslim)

📝43. Berpuasa pada hari Asyura (tgl. 10 Muharam, sebaiknya dibarengi dengan tgl. 9), dalilnya adalah hadits Nabi saw: “dan berpuasa pada hari Asyura yang saya niatkan karena Allah agar berkenan menghapus dosa setahun yang berlalu” (HR. Muslim)

📝44. Memberikan buka bagi orang yang mengerjakan puasa, dalilnya adalah hadits Nabi saw: “Barangsiapa memberikan buka puasa bagi orang yang melaksanakannya maka dia akan mendapatkan pahala sepertinya tanpa berkurang sedikitpun” (HR. Tirmidzi)

📝45. Melakukan Shalat Malam (Qiyamul Lail) pada malam Lailatul Qadar, dalilnya adalah hadits Nabi saw: “Barangsiapa melakukan ibadah malam hari pada malam lailatul qadar, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari danMuslim)

📝46. Memperbanyak sedekah, dalilnya adalah hadits Nabi saw: “Sedekah itu dapat melebur dosa sebagaimana air memadamkan api” (HR. Tirmidzi)

📝47. Melakukan haji dan umrah, dalilnya adalah hadits Nabi saw: “Umrah dengan umrah berikutnya adalah bisa menghapuskan dosa yang terjadi di antaranya, sedangkan haji mabrur itu tidak ada balasan kecuali surga” (HR. Muslim)

📝48. Amal ibadah pada siang hari tanggal 10 Dzulhijjah, dalilnya adalah hadits Nabi saw: “Tidak ada hari yang amal shalih yang dilakukan pada saat itu lebih dicintai Allah dari pada hari tanggal 10 Dzulhijjah”. Sahabat bertanya: “Tidak juga dibanding dengan jihad fi sabilillah ya Rasul?” beliau menjawab: “Tidak juga dengan jihad fi sabilillah, kecuali orang yang pergi berjihad dengan jiwa, raga dan harta bendanya kemudian dia tidak pulang lagi” (HR. Bukhari)

📝49. Berjihad fi sabilillah (perang di jalan Allah), dalilnya adalah hadits Nabi saw: ”Berjuang di jalan Allah sehari saja itu jauh lebih baik dibanding dengan dunia seisinya, padahal tempat cemeti salah seorang ahli surga itu lebih baik daripada dunia seisinya” (HR. Bukhari)

📝50. Berinfaq fi sabilillah, dalilnya adalah hadits Nabi saw: ”Barangsiapa yang mempersiapkan dan membiayai seseorang untuk berperang, sungguh dia telah ikut berjuang. Sedangkan orang yang menanggung biaya keluarga orang yang sedang berjuang fi sabilillah, maka dia telah berjihad” (HR. Bukhari dan Muslim)

📝51. Ikut menshalati mayit dan mengantarkannya ke kubur, dalilnya adalah hadits Nabi saw: ”Barangsiapa yang menyaksikan jenazah lalu ikut menshalatinya maka baginya sebuah qirath. Sedangkan yang menyaksikannya hingga dikuburkan maka baginya dua qirath”. Ada yang bertanya: “Apa dua qirath itu ya Rasul?” Beliau menjawab: “Seperti dua buah gunung yang besar” (HR. Bukhari: dan  Mulsim)

📝51. Memelihara mulut dan farji (kemaluan), dalilnya adalah hadits Nabi saw: ”Barangsiapa yang menjamin untuk diriku sesuatu yang berada di antara jenggot dan kumisnya dan yang berada di antara dua kakinya, maka aku jamin dirinya dengan surga” (HR. Bukhari dan Mulsim)

📝52. Memperbanyak dzikir dengan tahlil, tasbih dan tahmid, dalilnya adalah hadits Nabi saw: ”Barangsiapa yang mengucapkan: “Laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariikalah, lahul mulku walahul hamdu, wahuwa ‘alaa kulli syai-in qadiir” dalam sehari semalam 100 kali, maka baginya setara pahala orang yang memerdekakan sepuluh orang budak, ditulis untuknya 100 kebajikan dan dihapus darinya 100 kesalahan, baginya pemeliharaan dari godaan setan sehari itu dan tiada orang yang datang dengan lebih baik daripadanya kecuali orang yang lebih banyak mengucapkannya dari padanya”. Demikian pula beliau bersabda: “Barangsiapa yang mengucapkan: (Subhaanallaahi wabihamdih) 100 kali dalam sehari semalam, maka kesalahan-kesalahannya akan dihapus walau seperti buih di laut” (HR. Bukhari dan Muslim)

📝53. Menyingkirkan hal-hal yang mengganggu jalan (duri, batu, paku dan yang semisal), dalilnya adalah hadits Nabi saw: ”Sungguh saya telah melihat seorang pria yang mondar-mandir di dalam surga pada sebuah pohon yang dia tebang karena menyakiti manusia (yang lewat jalan tersebut)”. (HR. Muslim)

📝54. Mendidik dan merawat beberapa anak perempuan, dalilnya adalah hadits Nabi saw: ”Barangsiapa yang memiliki tiga puteri; dia melindunginya, menyayangi dan menanggung biaya mereka maka sungguh dia berhak untuk mendapatkan surga”. (HR. Imam Ahmad )

📝55. Berbuat baik terhadap hewan, dalilnya adalah hadits Nabi saw: ”Sesungguhnya ada seseorang melihat seekor anjing yang amat kehausan, maka dia ambil sepatu bootnya lalu mengambil air terus memberikannya kepada anjing tersebut sampai kenyang. Maka Allah bersyukur kepadanya (meridhainya) lalu memasukkannya ke surga”. (HR. Bukhari)

📝56. Tidak berbuat riya’, dalilnya adalah hadits Nabi saw: ”Saya menjamin dengan sebuah rumah di tengah-tengah surga bagi orang yang tidak berbuat riya’ walau dia berhak –untuk berbuat riya“ (HR. Abu Daud)

📝57. Mengunjungi kawan karena Allah, dalilnya adalah hadits Nabi saw: ”Maukah kalian saya beritahu orang-orang di antara kalian dalam surga? Mereka menjawab: Mau, Ya Rasul. Beliau bersabda: “Seorang nabi di surga. Orang yang jujur di surga. Orang yang mengunjungi kawannya hanya karena Allah yang tinggal di pinggiran kota juga di surga”. (HR. Thabrani)

Reposted by AHQ🌴
📚Membangun Pribadi Qur'ani📚
copaste by www.AinuRofik.com

Kisah-Kisah Inspiratif

🍁NADIATUL IZZAH🍁

✏️Pencapaian yang menakjubkan
Nadia sangat ingin mondok di Al-Hikmah Bogor, sejak kelas 4 SD ia sdh beberapa kali datang ke Bogor untuk mendaftarkan diri. Akan tetapi saat ituAl-Hikmah belum memiliki program untuk putri.

Kami memintanya bersabar. “ sekarang fokus sajadulu untuk menyelesaikan SD ya” demikian jawaban kami saat itu.

Sejak menamatkan SDIT nya Nadia tinggal
dirumah, tidak melanjutkan sekolah. Bukan karena ia malas sekolah. Nadia seorang siswi yang rajin belajar, dan itulah sebabnya ia selalu juara di SDIT
nya, ia jarang terlempar dari ranking dua. Ia tak sekolah, bukan karena orangtuanya tak mengerti arti pendidikan.

Umminya seorang guru di SDIT.
Dan ayahnya seorang staf keuangan di sebuah Rumah Sakit Swasta. Nadia dan kedua orangtuanya sepakat tidak sekolah formal karena mereka tidak percaya kurikulum diknas maupun
depag yang diterapkan disekolah. Mereka tidak percaya jika sistem pendidikan disekolah umum bisa efektif meningkatkan kecerdasan dan membangun karakter islam.

Diusianya yang baru 12 tahun, ia sudah
memerankan seorang ibu. mengurus adiknya yang masih bayi. Memasak untuk untuk kedua orang tuanya dan merawat rumah. Dari pagi sampai sore ummi Nadia ngajar di SDIT dan Abinya kerja dikantor. Sedang kedua kakak laki-lakinya mondok
dipesantren Tahfidz Qur’an. Praktis, dari senin
sampai jum’at, beban mengurus bayi dan merawat rumah jatuh pada Nadia.

Saat akhir September 2014 kami membuka
MAFAZA, sebuah Rumah Tahfidz Qur’an khusus putri dengan program setahun hafal 30 Juz, nadia menjadi pendaftar pertama. Di tiga bulan pertamanya, yakni dari awal Oktober sampai Desember 2014, kami memberinya program berat.

Ia bersama rekan2nya diberi metode ziyadah super dan sekaligus dua paket muroja’ah: Leveling danPMC. Program ini membuatnya sukses menghafal 10 juz sekaligus sanggup mentasmi’kannya.

Hafalannya cukup kuat. Dan ia layak mengikuti program SUPER MANZIL.
Sebenarnya hasil screening nadia disuper manzil adalah 17 juz. Namun ia berhasil menuntaskan 30 juz dalam 26 hari. Subhanalloh.. Allohu akbar.
Pencapaian yang spektakuler!! Inilah kemudahan dari Alloh sebagaimana yg dikatakan oleh Risqa.
Sang peserta tercepat. (baca: santriwati super itu bernama Risqa)

Namun bukan hanya pencapaian tahfidz yang
membuat kami memujinya. Nadia adalah peserta SUPER MANZIL yang paling besar rasa sosialnya.

Di tengah ketatnya jadwal super manzil, Nadia
selalu menyempatkan mengontrol ketersediaan air minum. Ia mengangkat galon air minum supaya posisinya dekat para peserta. Ditengah tingginya
target pencapaian, nadia masih memperhatikan kondisi kesehatan teman-temannya. Ia suka ikut membawa temannya yang sakit ke dokter.
Ditengah tegangnya atmosmer kompetisi, ia masih selalu mencairkan suasana. Rajin menyapa dan membuat lelucon agar suasana ceria dan santai kembali.
bulan juni tahun 2015 ini, di usia yang baru 14 ini, nadia akan mulai kuliah sastra Arab dan Syari'ah.
selanjutnya dua tahun kemudian saat ia berusia 16 thn, ia akan bersiap masuk kedokteran.

Saat umminya ditanya mengenai motivasi
mentahfidzkan semua anaknya, dengan semangat beliau menjawab. “kita ingin islam ini kembali berjaya, dan kami berfikir dari Generasi Qur’an lah kita memulainya”

Repost By :

           AHQ & IHQ🌴
📚Cinta Keluarga Qur'ani📚
copaste by www.AinuRofik.com

Kisah-Kisah Inspiratif

🍁NADIATUL IZZAH🍁

✏️Pencapaian yang menakjubkan
Nadia sangat ingin mondok di Al-Hikmah Bogor, sejak kelas 4 SD ia sdh beberapa kali datang ke Bogor untuk mendaftarkan diri. Akan tetapi saat ituAl-Hikmah belum memiliki program untuk putri.

Kami memintanya bersabar. “ sekarang fokus sajadulu untuk menyelesaikan SD ya” demikian jawaban kami saat itu.

Sejak menamatkan SDIT nya Nadia tinggal
dirumah, tidak melanjutkan sekolah. Bukan karena ia malas sekolah. Nadia seorang siswi yang rajin belajar, dan itulah sebabnya ia selalu juara di SDIT
nya, ia jarang terlempar dari ranking dua. Ia tak sekolah, bukan karena orangtuanya tak mengerti arti pendidikan.

Umminya seorang guru di SDIT.
Dan ayahnya seorang staf keuangan di sebuah Rumah Sakit Swasta. Nadia dan kedua orangtuanya sepakat tidak sekolah formal karena mereka tidak percaya kurikulum diknas maupun
depag yang diterapkan disekolah. Mereka tidak percaya jika sistem pendidikan disekolah umum bisa efektif meningkatkan kecerdasan dan membangun karakter islam.

Diusianya yang baru 12 tahun, ia sudah
memerankan seorang ibu. mengurus adiknya yang masih bayi. Memasak untuk untuk kedua orang tuanya dan merawat rumah. Dari pagi sampai sore ummi Nadia ngajar di SDIT dan Abinya kerja dikantor. Sedang kedua kakak laki-lakinya mondok
dipesantren Tahfidz Qur’an. Praktis, dari senin
sampai jum’at, beban mengurus bayi dan merawat rumah jatuh pada Nadia.

Saat akhir September 2014 kami membuka
MAFAZA, sebuah Rumah Tahfidz Qur’an khusus putri dengan program setahun hafal 30 Juz, nadia menjadi pendaftar pertama. Di tiga bulan pertamanya, yakni dari awal Oktober sampai Desember 2014, kami memberinya program berat.

Ia bersama rekan2nya diberi metode ziyadah super dan sekaligus dua paket muroja’ah: Leveling danPMC. Program ini membuatnya sukses menghafal 10 juz sekaligus sanggup mentasmi’kannya.

Hafalannya cukup kuat. Dan ia layak mengikuti program SUPER MANZIL.
Sebenarnya hasil screening nadia disuper manzil adalah 17 juz. Namun ia berhasil menuntaskan 30 juz dalam 26 hari. Subhanalloh.. Allohu akbar.
Pencapaian yang spektakuler!! Inilah kemudahan dari Alloh sebagaimana yg dikatakan oleh Risqa.
Sang peserta tercepat. (baca: santriwati super itu bernama Risqa)

Namun bukan hanya pencapaian tahfidz yang
membuat kami memujinya. Nadia adalah peserta SUPER MANZIL yang paling besar rasa sosialnya.

Di tengah ketatnya jadwal super manzil, Nadia
selalu menyempatkan mengontrol ketersediaan air minum. Ia mengangkat galon air minum supaya posisinya dekat para peserta. Ditengah tingginya
target pencapaian, nadia masih memperhatikan kondisi kesehatan teman-temannya. Ia suka ikut membawa temannya yang sakit ke dokter.
Ditengah tegangnya atmosmer kompetisi, ia masih selalu mencairkan suasana. Rajin menyapa dan membuat lelucon agar suasana ceria dan santai kembali.
bulan juni tahun 2015 ini, di usia yang baru 14 ini, nadia akan mulai kuliah sastra Arab dan Syari'ah.
selanjutnya dua tahun kemudian saat ia berusia 16 thn, ia akan bersiap masuk kedokteran.

Saat umminya ditanya mengenai motivasi
mentahfidzkan semua anaknya, dengan semangat beliau menjawab. “kita ingin islam ini kembali berjaya, dan kami berfikir dari Generasi Qur’an lah kita memulainya”

Repost By :

           AHQ & IHQ🌴
📚Cinta Keluarga Qur'ani📚
copaste by www.AinuRofik.com

Kapan Mengucapkan "Subhanallah" dan "Masya Allah

Ungkapan dzikir atau kalimah thayyibah "Subhanallah" sering tertukar dengan ungkapan "Masya Allah". Ucapkan "Masya Allah" kalau kita merasa kagum. Ucapkan "Subhanallah" jika melihat keburukan!

SELAMA ini kaum Muslim sering 'salah kaprah' dalam mengucapkan Subhanallah (Mahasuci Allah), tertukar dengan ungkapan Masya Allah (Itu terjadi atas kehendak Allah).

Kalau kita takjub, kagum, atau mendengar hal baik dan melihat hal indah, biasanya kita mengatakan Subhanallah. Padahal, seharusnya kita mengucapkan Masya Allah yang bermakna 'hal itu terjadi atas kehendak Allah'.

Ungkapan Subhanallah tepatnya digunakan untuk mengungkapkan 'ketidaksetujuan atas sesuatu'. Misalnya, begitu mendengar ada keburukan, kejahatan, atau kemaksiatan, kita katakan Subhanallah (Mahasuci Allah dari keburukan demikian).

Ucapan Masya Allah

Masya Allah artinya 'Allah telah berkehendak akan hal itu'. Ungkapan kekaguman kepada Allah dan ciptaan-Nya yang indah lagi baik. Menyatakan 'semua itu terjadi atas kehendak Allah'.

Ungkapan Masya Allah diucapkan bila seseorang melihat hal yang baik dan indah. Ekspresi penghargaan sekaligus pengingat bahwa semua itu bisa terjadi hanya karena kehendak-Nya.

“Dan mengapa kamu tidak mengucapkan tatkala kamu memasuki kebunmu 'Maasya Allah laa quwwata illa billah' (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan?” (QS. Al-Kahfi: 39).

Ucapan Subhanallah

Saat mendengar atau melihat hal buruk/jelek, ucapkan Subhanallah sebagai penegasan: "Allah Mahasuci dari keburukan tersebut".

Dari Abu Hurairah, ia berkata: “Suatu hari aku berjunub dan aku melihat Rasulullah Saw berjalan bersama para sahabat, lalu aku menjauhi mereka dan pulang untuk mandi junub. Setelah itu aku datang menemui Rasulullah Saw. Beliau bersabda : ‘Wahai Abu Hurairah, mengapakah engkau malah pergi ketika kami muncul?’ Aku menjawab: ‘Wahai Rasulullah, aku kotor (dalam keadaan junub) dan aku tidak nyaman untuk bertemu kalian dalam keadaan junub. Rasulullah Saw bersabda: Subhanallah, sesungguhnya mukmin tidak najis” (HR. Tirmizi).

“Sesungguhnya mukmin tidak najis” maksudnya, keadaan junub jangan menjadi halangan untuk bertemu sesama Muslim.

Dalam Al-Quran, ungkapan Subhanallah digunakan dalam menyucikan Allah dari hal yang tak pantas (hal buruk), misalnya:

“Mahasuci Allah dari mempunyai anak, dari apa yang mereka sifatkan, mereka persekutukan”, juga digunakan untuk mengungkapkan keberlepasan diri dari hal menjijikkan semacam syirik. (QS. 40-41).

“Dan (ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman kepada malaikat: "Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu?” Malaikat-malaikat itu menjawab: “Mahasuci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka. Bahkan mereka telah menyembah jin, kebanyakan mereka beriman kepada jin itu”. (QS. Saba’: 40-41).

“Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Mahasuci Engkau (dari menciptakan hal yang sia-sia), maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali Imran:109).

Jadi, kesimpulannya, ungkapan Subhanallah dianjurkan setiap kali seseorang melihat sesuatu yang tidak baik, bukan yang baik-baik atau keindahan.

Dengan ucapan itu, kita menegaskan bahwa Allah Swt Mahasuci dari semua keburukan tersebut. Masya Allah diucapkan bila seseorang melihat yang indah-indah karena keindahan atas kuasa dan kehendak Allah Ta'ala.

Lalu, apakah kita berdosa karena mengucapkan Subhanallah, padahal seharusnya Masya Allah dan sebaliknya?

Insya Allah tidak. Allah Maha Mengerti maksud perkataan hamba-Nya. Hanya saja, setelah tahu, mari kita ungkapkan dengan tepat antara Subhanallah dan Masya Allah.

Wallahu a’lam

Reposted by AHQ🌴
📚Membangun Pribadi Qur'ani📚
copaste by www.AinuRofik.com

Cara Menenangkan Hati dalam Islam

Menenangkan hati diperlukan ketika hati sedang gelisah. Ketika masalah terjadi yang mengakibatkan kegelisahan, menenangkan hati menurut Islam menjadi pilihan. Hidup tidak mungkin tanpa masalah karena sudah menjadi fitrah manusia. Lalu bagaimana cara menenangkan hati dalam Islam?

Cara menenangkan hati dalam Islam diantaranya adalah dengan berdzikir mengingat Allah. Dengan berdzikir, kita akan merasa bahwa masalah yang terjadi adalah atas kehendak-Nya. Allah sedang menguji kita dengan masalah tersebut.

Selain berdzikir mengingat Allah SWT, ada beberapa cara menenangkan hati dalam Islam yang bisa menjadi penawar kegelisahan yang terjadi. Yakinlah bahwa Allah tidak akan menguji hamba-Nya kecuali dalam batas kemampuannya.

SABAR
Dengan kesabaran, manusia akan lebih bisa menghadapi masalah yang berat sekalipun. Ketika Nabi Muhammad SAW menghadapi cobaan selalu dihadapi dengan kesabaran. Menenangkan hati dengan sabar sesuai dengan firman Allah yang artinya “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar” (Qs. Al-Baqarah 153).

BERPIKIRAN POSITIF
Selalu berpikiran positif atau positive thinking sangat membantu untuk menenangkan hati yang sedang gelisah. Jangan sampai kita memiliki pikiran yang negatif tentang masalah yang sedang terjadi, apalagi sampai menyalahkan atau menuduh bahwa Allah tidak bertindak adil terhadap diri kita. Allah tidak akan menguji hamba-Nya di luar batas kemampuannya.

Untuk menenangkan hati, Allah telah berjanji bahwa ada kemudahan dalam setiap kesulitan sebagaimana firman Allah yang artinya “Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (Qs Al-Insyirah 5-6).

BERDZIKIR (MENGINGAT ALLAH)
Cara menenangkan hati dalam Islam sebagaimana yang telah dijelaskan di atas adalah dengan mengingat Allah, kita dapat menghadapi persoalan dengan lebih tenang. Allah telah berjanji, bagi siapa saja yang mengingat-Nya, maka di dalam hatinya akan terisi dengan ketentraman.

Satu hal yang harus diingat, untuk dapat menenangkan hati, dzikir tidak hanya dilakukan sebatas ucapan lisan dan atau hati saja. Dzikir kepada Allah merupakan rangkaian kegiatan yang melibatkan hati, lisan, dan perbuatan yang tidak dapat dipisahkan.

Sebagaimana firman Allah yang artinya “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenteram” (Qs Ar-Ra’du 28).

SHOLAT
Sholat merupakan ibadah yang bisa menenangkan hati, penangkal dan penawar berbagai penyakit hati yang bersarang di dalam dada manusia. Sholat merupakan aktivitas komunikasi langsung dengan Allah yang menggenggam dan menguasai segala hati, yang menciptakan penyakit dan yang menyembuhkannya tanpa rasa sakit.

Jadi, untuk cara menenangkan hati dalam Islam adalah dengan bersabar, berpikir positif, berdzikir mengingat Allah, dan sholat. Karena semua itu adalah solusi segala persoalan, termasuk masalah penyakit hati seperti rasa gelisah, resah, gundah, gulana, galau dan lain sebagainya.
‎copaste by www.AinuRofik.com
from http://lifestyle.blog-guns.com/2014/07/cara-menenangkan-hati-dalam-islam.html?m=1