Senin, 13 Juli 2015

TIPS MENJELANG 10 MALAM TERAKHIR RAMADHAN

Oleh :
Sheikh Tawfique Chowdhury.

(Tulisan asli dalam bahasa Inggris, berikut ini adalah terjemahan bebasnya...mohon maaf utk segala kekurangannya)

1. Mulailah dengan niat yang bersih dan tulus. Jika sampai hari ini ibadah terasa belum maksimal, bersiaplah untuk memaksimalkannya. Jika kau benar2 ingin memperbaikinya, masih ada waktu!

2. Hari ini, bacalah tafsir surat AlQadr, dan pahami apa yg sesungguhnya terjadi pada malam laylatul qadr. Kau akan merasakan keagungan dan kekuatannya in syaa Allaah.

3. Jangan menunggu hingga malam ke 27 untuk mengerahkan segalanya. Seluruh malam dari 10 malam terakhir seharusnya jadi targetmu. Bangunlah setiap malamnya. Jangan sampai laylatul qadr terlewati begitu saja.

4. Jangan ikut-ikutan dengan perayaan2 atau kegiatan2 yang diada2kan (bid'ah) oleh kelompok2 tertentu. Ikutilah sunnah nabi shalallaahu 'alayhi wasallam. Tuntunan beliau adalah : "Barangsiapa yang berjaga (tdk tidur) dan berdoa pada malam laylatul qadr dengan iman dan pengharapan akan ganjarannya, dosa2nya yang telah lalu akan diampuni."

5. Hafalkan doa malam laylatul qadr yang diajarkan Rasulullaah shalallaahu 'alayhi wasallam ini : "Allaahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa' fu'anni."
(Ya Allah, Engkau maha pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku).

6. Siapkan daftar pendek doa doa untuk dipanjatkan.
Ingat, ini adalah waktu yang sangat istimewa bagi seorang hamba. Malam Qadar! Malam ditetapkannya takdir! Pilihlah doa doa terbaik untuk agamamu, dunia akhiratmu dan keluargamu.
Jangan lupakan saudara2mu muslimin yang tengah kesusahan di berbagai belahan dunia.

7. Sempatkan tidur siang sejenak jika memungkinkan.
Jagalah perutmu agar tidak terlalu kenyang dan tidurlah segera setelah isha dan tarawih sekedar untuk menyegarkan diri.
Lalu bangunlah untuk beribadah.

8. Jangan lupakan keluargamu!
Rasulullah membangunkan para istrinya pada malam2 ini.
Anak2 pun bisa diajak beribadah untuk beberapa saat, walau mungkin tidak selama orang dewasa.
Siapkan, semangati dan motivasi mereka!

9. Cara kita berpakaian dan mempersiapkan diri berpengaruh secara psikologis.
Pakailah pakaian yang bagus dan wewangian (khusus di rumah untuk wanita) ketika beribadah.

10. Pilihlah spot khusus yang kondusif untuk beribadah, apakah itu di mesjid atau di rumah. Letakkan sajadah, mushaf dan air minum sehingga kita tidak perlu beranjak dari sana jika perlu minum.

11. Ini BUKAN malam untuk pasang status (misalnya : "alhamdulillaah, nikmatnya bermunajat kepadaNYA malam ini" dsb) di FB atau media sosial apapun.
Biarlah itu jadi rahasia indah antara hamba dengan Rabbnya.
Maka, matikan dulu HP, tablet dan komputer. Putuskan dulu hubungan dengan dunia, dan nikmati jalinan hubungan dengan al-'Afuww!

12. Jika mengantuk, maka variasikan bentuk ibadah antara shalat, bermunajat dan membaca Qur'an. Lakukan bergantian. Jangan habiskan malam untuk mendengarkan ceramah atau tilawah, atau kalau sangat ngantuk, dengarkan sebentar saja untuk mengusir kantuk.

13. Sabar adalah kuncinya.
10 malam terakhir mungkin akan sangat melelahkan. Anda mungkin masih harus bekerja, sekolah atau altifitas lainnya.
Ini adalah saat untuk bersabar dengan kelelahan itu.
Ingatlah Allah telah menganugrahimu dengan kesempatan berharga (akan luasnya ampunan) yang mungkin saja tidak datang lagi.
Bukankah kita akan berlari walau apapun yang terjadi jika kita tahu pasti bahwa ini adalah Ramadhan terakhir kita dan syurga hanya selangkah lagi?

14. Ini yang paling penting : husnudzhon lah kepada Allah.
Ketika bermunajat, ingatlah kau sedang meminta pada Raja Yang Maha Pemurah. Jika kau berharap yang terbaik, Dia akan memberimu yang terbaik.
Jangan ragu-ragu, yakinlah dan tumpahkan seluruh isi hatimu di hadapanNYA.
Jangan biarkan keragu2an dan prasangka buruk menjauhkanmu dari Arrahman Arrahiim.

Allahumma ballighna laylatal qadr.

(Diterjemahkan oleh:
Ust Hilman Rosyad, Lc)

Semoga bermanfaat...
copaste by www.AinuRofik.com

TOKO ISTRI BARU

Sebuah Toko yg menjual Istri Baru, dibuka dimana Pria dpt memilih Wanita utk dijadikan sbg seorang Istri.

Di antara instruksi2 yg ada di pintu masuk, terdapat instruksi yg menunjukkan, bgmna aturan main utk masuk toko tsb : “Kamu hanya dpt mengunjungi toko ini SATU KALI..!”

Toko tsb terdiri dr 6 lantai, dimana setiap lantau akan menunjukkan "Kelompok Calon Istri"

Semakin tinggi lantainya, semkn tinggi pula nilai Wanita tsb. Kamu dpt memilih wanita di lantai tertentu/lbh memilih ke lantai berikutnya, tp dg syarat TIDAK BISA TURUN LAGI ke lantai sblmnya, kecuali utk keluar dr toko.

Lalu, seorng pria pun pergi ke ”TOKO ISTRI” tsb, utk mencari Istri. Di setiap lantai terdpt tulisan spt ini :

Lantai 1 :
“Wanita di lantai ini taat pd Allah & Pandai Memasak.”

Pria itu Tersenyum, kmd dia naik ke lantai slnjtnya.

Lantai 2 :
“Wanita di lt ini taat pd Allah, Pandai Memasak & Lemah Lembut.”

Kembali pria itu naik ke lantai slnjtnya.

Lantai 3 :
“Wanita di lt ini taat pd Allah, Pandai Memasak, Lemah Lembut & Cantik.”

”Wow.!”, ujar sang pria, ttpi pikiran' nya msh penasaran & trs naik.

Lalu sampailah pria itu di lantai 4 dan tdpt tulisan :
“Wanita di lt ini taat pd Allah, Pandai Memasak, Lemah Lembut, Cantik Banget & Sayang Anak.”

”Ya ampun..!” Dia berseru, ”Aku hampir tak percaya!”
Dan dia tetap mlnjtkan ke lantai 5
“Wanita di lt ini taat pd Allah, Pandai Memasak, Lemah Lembut, Cantik Banget, Sayang Anak & Sexy.”

Dia tergoda utk berhenti, tapi.. lalu dia melangkah ke Lantai 6 & tdpt tulisan :

“Anda adalah pengunjung yg ke 4.363.012.022.
TIDAK ADA WANITA di Lantai ini. Lantai ini hanya se-mata2 pembuktian utk Pria yg TDK PERNAH PUAS.”

Trm kasih tlh berbelanja di ”TOKO ISTRI.“
Mohon hati2 ketika Keluar dr sini.

Pesan moral ini bkn cuma utk Pria, tapi juga utk Wanita: “Tetaplah selalu merasa Puas akan  Pasangan yg Sudah Allah Sediakan.
Jgn trs Mencari yg Terbaik, tapi Jadikanlah yg Ada Terbaik Buat Anda, krn Allah Sudah Sediakan..
Itulah Pasangan yg sejati...
copaste by www.AinuRofik.com

Gadis Kecil Berhijab

Ternyata namanya Wafa

Wafa adalah seorang gadis kecil berumur 7 tahun. Saat ini, dia bersekolah di Albany Rise Primary School, Melbourne, Australia. Seperti anak-anak seusianya, Wafa juga masih didominasi sifat kekanak-kanakan. Namun di balik itu semua, ada yang istimewa pada gadis kecil ini. Dia satu-satunya murid di sekolahnya yang mengenakan jilbab. Padahal Wafa bersekolah di public school, bukan di sekolah Islami.

Gadis kecil ini tak pernah mau melepas jilbabnya meski saat ini tidak tinggal di Indonesia. Tak ada paksaan dari orang tuanya untuk mengenakan jilbab. Meski berada di lingkungan asing, dengan resiko akan ‘diasingkan’ oleh teman-temannya, dia tetap tidak peduli dan kokoh dengan pendiriannya.

Suatu hari, Australia sedang dilanda heatwave. Waktu itu suhu bisa mencapai 40 derajat celcius. Karena kasihan, guru Wafa memintanya untuk membuka jilbab agar tidak terlalu kepanasan. Namun dengan tenang Wafa menjawab, “Its okay, Miss. I’m alright,” Sang guru pun sampai menyampaikan kekaguman atas kegigihan Wafa.

Di kesempatan lain, Wafa ditanya oleh beberapa temannya. “Why do you wear that thing on your head?” Dengan percaya diri sebagai seorang muslim, dia menjawab, “Because I’m muslim,” Sang teman rupanya masih penasaran dan bertanya lagi, “But what you’re wearing that for?” Kembali dengan kepercayaan diri yang tinggi, Wafa menjawab,”Well, because I’m muslim girl and all muslim girls are not allowed to show their hair to other people, besides their own family.” Bisa kita bayangkan betapa takjubnya teman-teman Wafa ketika mendengar jawaban ini.

Entah bagaimana caranya gadis kecil ini memiliki kepercayaan diri dan kebanggaan sebagai seorang muslim. Biasanya anak seusianya sangat takut dianggap berbeda dari teman-temannya. Akan tetapi tidak untuk Wafa. Dia sangat percaya diri dan bangga dengan identitasnya sebagai seorang muslim. Tempat yang asing bagi dirinya pun semakin menempanya untuk tetap bangga sebagai seorang muslim. Kegigihan Wafa ini rupanya juga diperhatikan oleh guru-gurunya. Dia pun terpilih sebagai student of the week di minggu pertama dia masuk ke sekolah tersebut.

Kisah tentang Wafa yang dikutip dari buku Character Building, karangan Yudha Kurniawan SP dan Ir Tri Puji Hindarsih tersebut sungguh menginspirasi kita bahwa identitas sebagai seorang muslim adalah suatu kebanggaan. Di negeri yang mayoritas non muslim, Wafa mampu menunjukkan kebanggan tersebut. Sungguh ironis jika di negeri yang mayoritas muslim ini, kita justru malu menunjukkan identitas diri kita sebagai seorang muslim. Wafa juga memberi pelajaran pada kita bahwa usia yang masih dini bukanlah halangan untuk menanamkan rasa bangga sebagai seorang muslim kepada anak. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan. Antara lain:

Pertama, kita bangkitkan kebanggaan menjadi muslim di dada mereka. Sejak awal, kita tumbuhkan kepercayaan diri yang kuat dan harga diri sebagai seorang muslim, sehingga mereka memiliki kebanggaan yang besar pada agamanya. Mereka berani menunjukkan identitasnya sebagai seorang muslim dengan penuh percaya diri. “Isyhadu bi anna muslimun. Saksikan bahwa aku adalah seorang muslim!”

Kedua, kita biasakan mereka untuk memperlihatkan identitas sebagai seorang muslim, baik yang bersifat fisik, mental, maupun cara berpikir. Inilah yang sekarang ini rasanya perlu kita gali lebih jauh dari khazanah Islam. Bukan untuk menemukan sesuatu yang baru, melainkan untuk menemukan apa yang sudah dilakukan generasi terdahulu yang berasal dari didikan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Ketiga, kita bangkitkan pada diri mereka al wala’ wal bara’ sehingga memperkuat percaya diri mereka. Apabila mereka berjalan, ajarkanlah mereka untuk tidak menepi dan menyingkir karena grogi berpapasan dengan orang non muslim. Kita tidak bersikap arogan. Kita hanya menunjukkan percaya diri kita sehingga tidak menyingkir karena gemetar.

Semoga kita senantiasa istiqamah dan bangga dengan identitas sebagai seorang muslim. Seperti halnya Wafa dalam kisah di atas. Kebanggaannya sebagai seorang muslim bak sebuah mahkota yang bukan saja meningkatkan derajat di antara kerumunan orang lain, melainkan juga memancarkan cahaya yang membuat potensi dan kemampuannya semakin terlihat.

Sumber: dawaktuna.com
copaste by www.AinuRofik.com

Ini yang Dilakukan Ibu 3 Hafizh Termuda di Dunia

Ini yang Dilakukan Ibu 3 Hafizh Termuda di Dunia Saat Hamil

Ingin punya anak yang hafal Al Qur’an? Cara yang dilakukan oleh Rasya el-Ghayyar, ibu dari 3 hafizh termuda di dunia (Tabarak, Yazid, Zeenah), ini bisa diadopsi.

Ketika Rasya hamil, ia melakukan sedikitnya tiga hal yang terkait langsung dengan cita-cita memiliki anak penghafal Qur’an:

Banyak Tilawah

Doktor yang menjadi dosen di Batterje Medical College itu biasa membaca Al Qur’an sejak sebelum menikah. Ketika ia hamil, kebiasaan tilawah itu terus ia lakukan. Bahkan bisa lebih banyak dari hari-hari sebelumnya.

Menghafal Al Qur’an

Selain banyak tilawah, Rasya juga berusaha menambah hafalannya ketika ia mengandung baik anak pertama (Tabarak), anak kedua (Yazeed), maupun anak ketiga (Zeenah).

Berdoa

Rasya sering memanjatkan doa khusus pada waktu hamil. Ia berdoa sebagaimana doa istri Imran yang mulia:

رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّي إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menadzarkan kepada Engkau anak yang ada dalam kandunganku menjadi hamba yang shalih dan berkhidmat. Karena itu, terimalah (nadzar) itu dariku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. Ali Imran: 35)

Sembari berdoa, Rasya menadzarkan anaknya menjadi anak yang taat kepada Allah dan berbakti untuk Al Qur’an.

Biidznillah, doa itu kemudian dikabulkan Allah. Tabarak yang lahir pada 20 Dzulhijjah 1423 H bertepatan dengan 22 Februari 2003, mulai menghafal Al Qur’an pada usia 3 tahun dan menjadi hafizh pada usia 4,5 tahun. Ia lulus ujian al Jamiyyah al Khairiyah li Tahfizh al Qur’an al Karim di Jeddah dan al Hai’ah al ‘Alamiyah li Ta’lim al Qur’an al Karim milik Rabithah al ‘Alam al Islami dengan predikat mumtaz (cumlaude). Tabarak tercatat sebagai hafiz termuda di dunia.

Anak kedua, Yazid Tamamuddin juga hafal Al Qur’an 30 juz pada usia 4,5 tahun. Ia bahkan mendapatkan nilai lebih tinggi dari kakaknya. Meskipun sama-sama mumtaz, Tabarak mendapat nilai 90 dan Yazeed mendapat nilai 95.

Anak ketiga juga demikian. Zeenah el Laboody hafal Al Qur’an 30 juz pada usia kurang dari lima tahun.

Akhirnya, jadilah ketiganya menjadi 3 hafiz termuda di dunia. Masya Allah…
copaste by www.AinuRofik.com

Faedah Zakat Fitrah

Selama kita menjalankan ibadah puasa Ramadhān, tentu bisa kita pastikan selalu ada kekurangan dalam puasa kita. Boleh jadi kita melakukan hal-hal atau ucapan-ucapan yang bernilai dosa, ghībah atau ucapan kotor dan yang lainnya yang ini mengurangi pahala, mengurangi nilai puasa yang kita kerjakan.

Bahkan jika itu ghībah maka dapat diketahui bahwasanya sebagian ulama seperti Sufyan Ats-Tsauri dan Al-A'uzai berpendapat bahwasanya puasa itu akan batal karena ghībah. Namun yang benar pendapat jumhur ulama yang mengatakan bahwasanya ghībah itu tidak membatalkan dan mengurangi pahala puasa.

Dan hal yang bernilai dosa dalam puasa kita selalu bisa kita katakan "Tidak bisa kita hindari". Oleh karena itu diantara kemurahan syari'at, kemudahan dari Allāh Subhānahu wa Ta'āla, Allāh mensyari'atkan suatu amal ibadah berupa zakat fithri yang gunanya untuk menutupi kekurangan puasa yang telah kita jalani.

Inilah salah satu tujuan penting dari zakaf fithri, sebagaimana dalam sebuah hadits dari shahābat Ibnu 'Abbas yang diriwayatkan oleh Abū Dāwud :

فرض رسول اللهصلى الله عليه وسلم زكاة الفطر طهرة للصائم من اللغو والرفث وطعمة للمساكين 

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mewajibkan zakat fithri (untuk 2 fungsi);
⑴ Untuk membersihkan orang yang berpuasa dari ucapan laghwu/dosa dan (secara khusus) perbuatan rafats atau ucapan rafats/kotor
⑵ Dan makanan bagi orang-orang miskin

Maka dalam hadits ini Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menyebutkan 2 fungsi, ada fungsi sosial dan ada fungsi pensucian jiwa atau penyempurnaan puasa.

FUNGSI PERTAMA: PENYEMPURNAAN PUASA

Membersihkan orang yang berpuasa yang rusak pahala atau rusak nilai puasanya atau tidak sempurna puasanya dikarenakan al-laghwu (ucapan dosa), misal ghībah. Dan rafats (ucapan kotor)

FUNGSI KEDUA: MAKANAN UNTUK ORANG-ORANG MISKIN

Membantu orang-orang miskin agar bisa makan dengan kenyang dihari 'Īdul Fithri.

Oleh karena itu maka tujuan pokok zakat fithri adalah untuk kepentingan kita sendiri, karena untuk membersihkan puasa kita.

Maka hendaklah kita bersemangat untuk membayarnya dan berupaya untuk membayar zakat ini dengan benar sesuai dengan tuntunan. Karena amalan tidak akan diterima Allāh kecuali dengan ikhlash dan sesuai dengan tuntunan Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Oleh karena kita layak untuk membaca dan mentelaah kembali bagaimana yang Nabi tuntunkan berkaitan dengan pembayaran zakat fithri agar fungsinya membersihkan puasa kita berjalan dengan baik.

Maka kita sebagai orang yang berpuasa wajib untuk bersungguh-sungguh menjalankan perintah membayar zakat fithri dan agar zakat fithri kita menjadi zakat yang diterima karena sesuai dengan tuntunan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Demikian yang bisa kami sampaikan, semoga bermanfaat untuk kita sekalian.

Ust. Aris Munandar
Sumber: http://yufid.tv/tausiyah-ramadhan-25-fungsi-zakat-fitri-ustadz-aris-munandar/
copaste by www.AinuRofik.com

Minggu, 12 Juli 2015

AMALAN BAGI YANG PINGIN REZEKI BANYAK

Jangan ditinggal…
100 shalawat. 100 istighfar. 100 subhaanallaahi wabihamdih. 100 laa-ilaa-ha-illallaah.
Kalo mau rizki banyak, tambahin Yaa Fattaah, Yaa Rozzaaq, 111x. Jumlah yang ini, bisa diubah, lebih banyak atau lebih sedikit. Saya malah setiap habis shalat. Jumlahnya disedikitin, 33x atau 11x. Tapi tiap habis shalat. Rizki alhamdulillaah, Yah, itung2 setiap habis shalat, manggil2 Yang Maha Membuka & Maha Memberi Rizki. Dipanggil terus, masa ga datang. Kalo lagi butuh banget2, hajar 111x, saban2 habis shalat. Liat efeknya. Mudah2an makin cinta sama Allah.
Amalan harian ini, ngamalinnya jangan ON OFF. Geber 100 hari gitu. Tar habis tuntas 100 hari ga putus, geber lagi 100hr ke-2, ke-3, dst. Pelan2 coba benahin shalat berjamaahnya. Di masjid. + qobliyah ba’diyahnya. +t ahiyyatul masjid, +syukur wudhu. Juga hajar 100 hari. Ambil kesempatan emas doa mustajab antara adzan dan iqomat. Ngiringin amalan harian. Pelajarin zikir/wirid yang diajarkan Nabi saban2 habis shalat fardhu. 33x ini 33x itu. Ini jangan ampe ditinggal.
Dijalanin juga. Tar hidup terasa enteng. Ringan. Ga kayak ngejar bayangan dalam nyari rizki. Adem idup.
Kalo 100 hari dirasa berat, coba 3 hari dulu. Jajal dengan kekuatan penuh. Jangan ada yang bolong & ketinggalan. Terus tingkatin 7 hari, 14 hari, 21 hari, 40 hari, terus sampe dah ke-100 hari. Habis itu langsam, jangan ditinggal. Syukur2 sekalian aja dah, tahajjudnya, minimal 2 rokaat aja mah. Waktu emas nih. +dhuha. Walo juga minimalis 2 rokaat. Al Qur’annya dibaca 1 halaman+artinya, +dihafal 1aayat+artinya.
Sempurnain dengan sedekah, nuntut ilmu pake bismillaah, kerja pake bismillaah, usaha pake bismillaah, tutup pake alhamdulillaah. Apabila mata bisa sekalian dijaga, telinga, lisan, hati, pikiran, selama ngetrack di jalur 3, 7, 14, 21, 40, 100 hari, tambah cakep dah.
Mas Wahyu, salah seorang jamaah, ngabarin, ngetrack ginian doang, utangnya 3M lunas, dengan cara2 amazing, dalam waktu yang amazing. Dengan cara ini pula, ngembaliin hidup pada tracknya, sepasang suami istri yang udah 14 tahun menikah, belom punya anak, jadi punya anak.
Dosisnya bisa dikurangin, jadi 10, bukan 100. Asal rutin, istiqomah, dengan pikiran dan hati yang benar2 nyambung ke Allah. Jangan sambil BBM-an, twitteran, ngemil, kalo pas zikir. Masa bicara sama presiden, menteri, bisa fokus, lalu sama Allah sambil lalu?
Semua ini ga berat. Kitanya aja yang kelamaan hidup ga on the track. Nyimpang. Jadi untuk ngebiasain yang begini2, terasa berat. So, just mulai aja dulu. Tar kalo dah biasa, enteng. Kayak shalat malam, kalo sekali2, banyakan puyeng & ngantukan. Tapi kalo terus2an, akan biasa.
Sekarang kan kita biasa. Biasa tidak melakukan. Nah, ubah ini. Change it. Jadi biasa melakukan.
Jika menurut sodara tausiah ini ada manfaatnya, SilaHkan di-share untuk teman, sahabat, keluarga, atau bahkan orang yang tidak sodara kenal sekalipun.
Semoga kita selalu mendapatkan ilmu, hidayah dan perlindungan Allah Subhana wata’ala dimanapun kita berada... Aamiin ya Rabbal’alaamiin....
from ust.Yusuf Mansur
copaste by www.AinuRofik.com

Jumat, 03 Juli 2015

Cara Ketahui Kekurangan Diri Menurut Imam Al-Ghazali

Sumber : http://kisahikmah.com/cara-ketahui-kekurangan-diri-menurut-imam-al-ghazali/

Mengenali diri adalah salah satu hal utama yang bisa mengantarkan seorang muslim menuju sukses di dunia dan akhirat. Dengan mengenali diri, seorang muslim bisa mengoptimalkan kebaikan di dalam dirinya dan berupaya menutupi kekurangan diri dengan melakukan proses-proses perbaikan yang berkesinambungan. Dengannya, mereka tidak berlebihan dan bijak dalam menjalani setiap episode hidupnya.

Jika mengenali kebaikan diri mudah dilakukan oleh seorang muslim, maka tidak demikian dengan menemukan kekurangan diri. Dibutuhkan kejujuran yang tulus dalam hal ini. Pasalnya, amat banyak orang yang enggan mengakui kekurangan dirinya dengan bersikap sombong.

Guna mengetahui kekurangan diri sebagai salah satu syarat untuk semakin optimal dalam melakukan riyadhah ruhiyah, Imam al-Ghazali memberikan empat kiat kepada kaum Muslimin.

GURU SPIRITUAL
Ialah sosok yang mendidik jiwa seorang murid. Ia bisa bernama Guru Ngaji, Ustadz, Murabbi/iyah, Musyrif/ah, Kiyai, dan sebutan lainnya. Tentunya, mereka adalah sosok yang ikhlas dan hanya menginginkan kebaikan bagi murid-murid spiritualnya.

Guru spiritual inilah yang akan memberitahukan kepada muridnya terkait penyakit hati yang diderita, dan serangkaian kiat pengobatan ruhani yang harus dilakukan oleh anak didiknya itu.

SAHABAT SEJATI
Mereka bisa berasal dari sosok yang usianya tak jauh berbeda dari seorang penempuh jalan spiritual. Meski sebaya, mereka memiliki kepekaan ruhani sebab kesehariannya yang amat menjaga pelaksanaan ajaran-ajaran agama Islam dan menghindarkan diri dari melakukan larangan-larangan Islam.

Mereka ini, selayak Salman al-Farisi yang tak segan menegur sahabat saleh sekaliber ‘Umar bin Khaththab, dan contoh lainnya yang amat banyak dalam sejarah kecemerlangan Islam generasi awal.

MUSUH
Obat, sebagian besarnya pahit dan tidak menyenangkan. Namun, obat bisa menjadi sarana kesembuhan dan kesehatan seorang manusia. Dan, seperti inilah peran seorang musuh bagi penempuh jalan spiritual. Ia dibutuhkan sebab paling tahu keburukan siapa yang menjadi musuhnya.

Maka yang dibutuhkan jika menghadapi musuh adalah berlaku tulus, mendengarkan dengan seksama, kemudian mencatat baik-baik apa yang disampaikannya. Selanjutnya, lakukanlah ritual-ritual pengobatan terhadap segala jenis penyakit yang dikatakan oleh sosok yang memusuhi tersebut.

BERGAUL
Manusia diciptakan dengan fitrah yang sama. Maka dalam sebuah kumpulan masyarakat, kebaikan-kebaikan yang bersesuaian dengan fitrah itu tak bisa dipungkiri. Dengan demikian, jika didapati pada diri seseorang menyimpang dari fitrah itu, masyarakat akan sertamerta memberikan masukan baginya agar segera memperbaiki diri.

Dan, masyarakat terbaik yang sesuai dengan fitrahnya hanyalah masyarakat yang terdiri dari kumpulan kaum Muslimin yang senantiasa menjadikan al-Qur’an dan Sunnah Nabi sebagai panduan hidupnya. Bukan masyarakat lainnya.

Konsultasi: 08159016655 (Ust. M. Shofwan Husein)
Facebook : Komunitas Tahajjud Berantai
Fanspages: Komunitas Tahajjud Berantai -KUTUB
Twitter: @tahajudberantai
Email: kutub.indonesia@gmail.com
Blog : kutubindonesia.blogspot.com
Instagram : @komunitastahajjud
Gabung kutub via Whatsapp Ketik
Gabung#nama#no.wa#umur#L/P#domisili
Kirim ke :
Suhardi : 089663691276 (Ikhwan)
Tia          : 087778985150 (Akhwat)
copaste by www.AinuRofik.com